"Ini nggak tahu dirjen saya yang nggak benar atau dirut PLN-nya yang nggak benar? Kalian habis ini ketemu sama saya ya, kurang ajar kalian ini," ujarnya.
"Masih mau jadi dirjen kau? Ini direksi PLN kelihatannya baru juga, jadi materinya baru, padahal Dirutnya cuma 1, nggak berubah-ubah," tukasnya.
Bahlil melanjutkan pemaparannya kepada anggota Komisi XII DPR. Ia menyinggung bagaimana keinginan Presiden Prabowo kepada ESDM untuk memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
"Oke, data mereka ini mungkin yang up-to-date, sayanya yang tidak dilaporkan. Pak Presiden meminta kepada kami untuk menghitung agar desa-desa yang belum ada listriknya kita pakai PLTS," tuturnya.
"Dan desa-desa yang belum ada jaringannya, itu tidak perlu menarik jaringan dari ibu kota kabupaten atau kecamatan. Tapi, kalau dia mempergunakan PLTS, jaringan lokal saja yang kita pakai," tukas Bahlil.***
Artikel Terkait
Xpeng G6: Janji Manis Mobil Listrik CBU Rp599 Juta, Mampukah Bertahan di Tengah Badai Persaingan?
Prabowo Resmi Mulai Proyek Raksasa Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp95,5 Triliun
Proyek Baterai Listrik Rp95,5 Triliun di Karawang Resmi Dimulai, Bahlil Prediksi Buka 35.000 Lapangan Kerja
Bahlil Sebut Arahan Prabowo Beri Banyak Pengaruh, Ungkap Proyek Baterai Listrik Terintegrasi 3 Tahun Tak Ada Keputusan Jelas