Menteri LH juga menekankan penerapan TPS 3R. Ia mengimbau bahwa jangan sampai seluruh beban sampah hanya dipikul di hilir, karena biayanya sangat tinggi.
"Penguatan sistem di hulu harus menjadi prioritas,” tegas Hanif.
Ia juga berharap ke depan pengelolaan sampah di Cirebon dapat bertransformasi dari yang sepenuhnya bergantung pada APBD menjadi pola swakelola berbasis masyarakat.
“Pemda harus bijaksana dalam mengelola sampah. Kegotongroyongan, kesiapsiagaan masyarakat, serta intensifikasi penanganan di hulu harus segera dilakukan. Kami beri waktu enam bulan untuk perbaikan di TPA Kopiluhur. Setelah itu, tim pengawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan evaluasi,” tandas Hanif.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, diharapkan permasalahan sampah di Kota Cirebon dapat ditangani lebih baik, sehingga memberikan dampak positif bagi kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.(Mike)
Artikel Terkait
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Tanam 200 Pohon Mangrove di Kawasan Pesisir Kota Cirebon
Peringatan Hari Lingkungan Hidup, DLH Mencatat Produksi Sampah di Kabupaten Cirebon Mencapai 1.200 ton per Hari
Hari Lingkungan Hidup 2025, Kota Cirebon Serukan Gerakan Hentikan Polusi Plastik
Sri Mulyani Kunjungan ke Nduga Pakai Rompi Anti Peluru: ‘Mungkin Belum Pernah Ada Menteri Keuangan ke Sini’