Dedi Mulyadi Temui Pelaku Geng Motor Cirebon, ‘Pesantren atau Penjara?’

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Minggu, 8 Juni 2025 | 17:52 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berdialog dengan pelaku geng motor di Cirebon. (instagram/dedimulyadi71)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat berdialog dengan pelaku geng motor di Cirebon. (instagram/dedimulyadi71)

FAJARNUSA.COM -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi usai mendatangi Polres Cirebon kota untuk menemui pelaku geng motor, Sabtu 7 Juni 2025 malam.

Kedatangannya ditemani oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Sumarni untuk menemui anggota geng motor yang meresahkan warga dan merusak rumah di Blok Tumaritis, Kecamatan Weru, Cirebon.

Dalam pertemuan yang terekam di unggahan sosial media Instagram, Dedi berdialog dengan pelaku yang telah diamankan. 

Baca Juga: Sri Mulyani Kunjungan ke Nduga Pakai Rompi Anti Peluru: ‘Mungkin Belum Pernah Ada Menteri Keuangan ke Sini’

Dedi pun menggali motif para pelaku geng motor dalam melakukan aksinya yang melempari rumah.

“Janjian berkelahi jam 3 subuh,” ungkap salah satu pelaku. 

“Kamu arahnya gimana sekarang? Mau ditahan? Mau disel (dipenjara)? Karena kamu sudah dewasa,” tanya Dedi kepada pelaku.

Baca Juga: Komisi III DPR Tolak Wacana Legalisasi Kasino: ‘Belum Waktunya, Kultur Kita Berbeda’

Namun, Dedi tak hanya memberi teguran. Ia juga menawarkan kesempatan untuk memperbaiki diri. 

“Mau dipesantrenkan atau di pengadilan (penjara)? Kalau mau pesantren, bisa dibawa ke pesantren milik Bu Kapolresta,” ucap Gubernur Jawa Barat itu. 

Namun demikian, Dedi juga menjanjikan peluang kerja bagi mereka yang bisa menunjukkan perubahan sikap. 

Baca Juga: Prabowo Undang Pemain Timnas Indonesia Makan Siang ke Rumah Pribadinya Usai Berhasil Kalahkan China

“Tapi kamu latihan dulu sama Bu Kapolres,” turur Dedi.

Selain menemui pelaku, Dedi juga mengunjungi rumah korban pelemparan untuk memberikan beberapa santunan.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X