FAJARNUSA.COM -- Presiden ke-7 RI Joko Widodo menanggapi santai isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang mengemuka dalam dinamika politik nasional.
Dalam pernyataannya di Solo, Jawa Tengah, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki sistem ketatanegaraan yang harus dihormati dan diikuti oleh seluruh pihak.
"Iya diikuti saja proses sistem ketatanegaraan kita, bahwa ada yang menyurati seperti itu (pemakzulan)," ujar Jokowi kepada wartawan, Jumat 6 Juni 2025.
Baca Juga: Diancam dengan Senjata Tajam, Jurnalis di Kediri Laporkan Oknum Kepala Sekolah SMKN 1
Jokowi juga menjelaskan bahwa dalam sistem pemilu di Indonesia, pasangan presiden dan wakil presiden dipilih secara satu paket, berbeda dengan beberapa negara lain.
"Pemilihan presiden kan satu paket, bukan sendiri-sendiri," kata Jokowi.
"Seperti di Filipina sendiri-sendiri, di kita ini (Indonesia) kan satu paket. Memang mekanismenya seperti itu,” ia menambahkan.
Baca Juga: Setelah Tim Garuda Lolos ke Round 4, Erick Thohir Ungkap 2 Laga Uji Coba di September 2025
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa proses pemakzulan bukanlah hal yang bisa dilakukan sembarangan.
Ia mengingatkan bahwa mekanisme hukum hanya memungkinkan pemakzulan apabila presiden atau wakil presiden terbukti melakukan pelanggaran berat.
“Sistem ketatanegaraan kita memiliki mekanisme yang harus diikuti, bahwa pemakzulan itu (bisa terjadi) jika presiden atau wakil presiden misalnya melakukan perbuatan tercela,” Jokowi menegaskan.
Pernyataan ini datang di tengah maraknya wacana yang berkembang di ruang publik terkait legalitas dan etika terpilihnya Gibran sebagai wakil presiden dalam Pilpres 2024.
Sebelumnya, Forum Purnawirawan Prajurit TNI telah melayangkan surat kepada pimpinan DPR, MPR, dan DPD RI untuk mendesak agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dimakzulkan.
Meskipun demikian, Jokowi menilai semua dinamika tersebut sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat.***
Artikel Terkait
Mahfud MD Ungkap Tidak Peduli Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Tak Akan Pengaruhi Kebijakan Ayah Gibran saat Jabat Presiden
Alasan Bareskrim Ambil 7 Sampel Ijazah Rekan Jokowi di Jateng, Buntut Skandal Dugaan Ijazah Palsu Ayah Gibran
Megawati Ungkit Isu Ijazah Palsu Jokowi, Minta Ayah Gibran Pamerkan Dokumen Aslinya dengan Gamblang
Kunjungi Pasar Tradisional Pasar Baru Indramayu, Wapres Gibran Serukan Penguatan Ekonomi Rakyat