FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) — Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas penambangan di kawasan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, menyusul bencana longsor tragis yang merenggut 14 nyawa dan menyebabkan delapan orang lainnya masih dalam pencarian.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyampaikan bahwa langkah tegas ini diperlukan untuk mencegah jatuhnya korban tambahan dan memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi tambang.
“Kami bersama Forkopimda dan Sekda Jawa Barat telah sepakat untuk bertindak cepat dan tepat. Tidak boleh ada korban tambahan,” tegasnya.
Baca Juga: 24 Siswa Jadi Korban, Oknum Guru SD di Sabu Raijua Terancam Penjara 20 Tahun
“Malam ini juga akan diterbitkan Surat Keputusan penetapan status tanggap darurat, serta pembentukan posko bencana,” ujar pria yang akrab disapa Jigus ini saat meninjau lokasi kejadian, Jumat (30/5/2025).
Ia menambahkan, bahwa Pemkab Cirebon mendukung langkah Dinas ESDM Provinsi Jabar untuk menutup aktivitas penambangan di kawasan tersebut, sembari menunggu hasil evaluasi teknis dan hukum.
“Melihat kondisi geografis dan risiko tinggi di area tambang, penutupan sementara ini adalah keputusan yang sangat tepat,” tambahnya.
Baca Juga: 1 Juni Diperingati Sebagai Hari Lahir Pancasila, Begini Latar Belakang Sejarahnya
Di sisi lain, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menyatakan bahwa pihaknya telah membuka penyelidikan terhadap insiden longsor ini. Sejumlah pihak yang terlibat dalam operasional tambang telah dimintai keterangan.
“Sudah lima orang kami periksa, termasuk pemilik tambang, kepala teknik tambang, dan beberapa karyawan. Kami juga masih menunggu operator lainnya untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.
Sumarni menegaskan, bahwa penyelidikan akan terus berlanjut guna mengetahui ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Proses hukum berjalan paralel dengan proses evakuasi dan pencarian korban.
“Jika ditemukan pelanggaran dalam proses penambangan, tentu akan ada tindakan hukum tegas,” tegasnya.
Hingga saat ini, tim evakuasi telah berhasil menemukan 14 jenazah korban longsor. Sebanyak 13 jenazah telah dibawa ke RSUD Arjawinangun, sementara satu korban lainnya dilarikan ke RS Sumber Hurip di Kecamatan Sumber.
Selain itu, empat korban luka ringan telah menjalani rawat jalan dan dipulangkan ke rumah masing-masing.
Artikel Terkait
Akses Utama Jalan Ciawi - Sukabumi Ditutup Sebagian Akibat Longsor Di Tajur Bogor
Melawan Alam di Perbatasan Cirebon-Kuningan: Upaya Darurat Tangani Longsor di Desa Belawa
Longsor Tambang Gunung Kuda Memakan Korban Jiwa, Gubernur Dedi Mulyadi Perintahkan Penutupan Total
Pemkab Cirebon Tetapkan Tanggap Darurat Longsor Gunung Kuda, Pemprov Jabar Siapkan Santunan