Ketua Komisi I DPRD Kota Cirebon, Agung Supirno, SH, mengatakan, optimalisasi kelembagaan BPBD menjadi penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di daerah.
“Selama ini, status BPBD masih sebagai badan sesuai Perda SOTK Nomor 5 Tahun 2021, sehingga kewenangannya terbatas. Perlu ditinjau ulang agar status kelembagaan bisa ditingkatkan,” ujar Agung Supirno SH.
Saat rapat kerja dan monitoring, Komisi II juga menyoroti kebutuhan sarana dan prasarana pendukung kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. Salah satunya adalah kebutuhan gudang logistik untuk penyimpanan alat dan perlengkapan kebencanaan agar tetap aman, terawat, dan siap digunakan saat kondisi darurat.
Selain itu, Komisi I juga menyoroti pentingnya sistem peringatan dini. Rencananya, akan dipasang tiang dilengkapi alat early warning system (EWS) banjir hingga ke tingkat kelurahan.
Baca Juga: Ruwet nya Birokrasi Disdukcapil Kota Cirebon, Lempar Sana Sini Tetap Saja Tidak Bisa Diproses
Tak hanya itu, Komisi II DPRD juga merekomendasikan agar BPBD melibatkan tokoh agama dan lembaga keagamaan seperti FKUB dan MUI dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Para pemuka agama dapat menyampaikan pesan-pesan lingkungan dalam ceramah, misalnya mengingatkan agar tidak membuang sampah ke sungai,” kata Agung.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga diminta untuk berperan aktif dengan mengingatkan sekolah-sekolah agar mendidik siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan. Termasuk, mengimbau pemilik warung di sekitar sekolah agar tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air.
Baca Juga: Rekor Sejarah! Maruarar Sirait Klaim FLPP Pemerintahan Prabowo Naik 1.100 Persen dari Tahun Lalu
“Karena berdasarkan data eksisting, penyebab banjir di Kota Cirebon sebagian besar berasal dari sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai dan saluran,” pungkasnya.
Merespons rekomendasi Komisi I DPRD, Kepala BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo SSos MSi, mengatakan Pemasangan EWS tersebut merupakan hasil pembahasan bersama BPBD Jawa Barat.
Rencana pemasangan alat EWS sampai ke tingkat kelurahan. Pembahasan dengan BPBD Jawa Barat, pemasangan alat EWS akan mencakup wilayah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon, terutama di daerah rawan banjir.
Artikel Selanjutnya
Bersama BPBD Jabar, Pemkab Cirebon Atur Strategi Antisipasi Banjir di Beberapa Wilayah saat Musim Hujan Tiba
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Bersama BPBD Jabar, Pemkab Cirebon Atur Strategi Antisipasi Banjir di Beberapa Wilayah saat Musim Hujan Tiba
BPBD dan Tim Rescue Siap Tangani Bencana di Wilayah Kabupaten Indramayu
Komisi I Evaluasi Kinerja BPBD: Edukasi Ketanggapdaruratan Bencana Harus Sampai Tingkat RW
"Pray for Puncak' Menggema di Medsos usai Insiden Banjir Bandang Kawasan Bogor, Begini Kata BPBD hingga Bupati Rudy Susmanto Soal Evakuasi Warga