FAJARNUSA.COM -- Insiden tak mengenakkan terjadi setelah pertandingan Liga 1 antara Persik Kediri yang bertandang ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu 11 Mei 2025.
Di laga tersebut, Persik Kediri yang bertanding sebagai tim tamu justru mempermalukan Arema FC di markasnya sendiri dengan skor 1-0.
Selepas pertandingan, bus Persik Kediri yang hendak kembali ke tempat tujuan mereka mendapat perlakuan tak mengenakkan dari para oknum suporter.
Baca Juga: Setelah Fans, Richard Lee Ngaku Jadi Korban Aldy Eks CJR
Dalam perjalanan, bus Persik Kediri dilempari batu hingga menyebabkan bus mengalami kerusakan.
Menyikapi hal tersebut, Arema FC memberikan pernyataan terkait insiden yang terjadi.
Ketua LOC (Local Organizing Committee) sekaligus Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, bersama Security Officer Arema FC, Bram Hady Sulthon, menyampaikan keprihatinan mendalam dan permohonan maaf sebesar-besarnya atas insiden tersebut.
"Kami sangat menyesalkan dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim Persik Kediri atas kejadian yang tidak terpuji ini," kata Erwin Hardiyono.
Bram Hady Sulthon juga menambahkan bahwa pihak panpel dan Presidium Aremania Utas sebenarnya telah melakukan antisipasi.
Namun, oknum suporter yang tidak bertanggung jawab tersebut melakukan tindakan pelemparan di jalanan.
Baca Juga: Tragis, Pria di Palembang Dibacok Saat Akan Menikah: “Ada Dendam Lama”
"Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah hal ini terjadi dengan melakukan pengawalan,” ujar Bram.
“Namun, ada oknum yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab di luar kendali kami," kata Bram.***
Artikel Terkait
Korban Jiwa Usai Laga Persebaya VS Arema Malang Sudah Lebih dari 100 Orang, Korban Diduga Masih Bertambah...
Resmi Liga 1 Dihentikan Selama Sepakan Akibat Kerusuhan Usai Laga Arema vs Persebaya yang Memakan Korban Jiwa
Rekam Jejak Abdul Haris, Ketua Panpel Arema Yang Menjadi Salah Satu Tersangka Tragedi Kanjuruhan
Bus Persik Kediri Jadi Sasaran Lemparan Batu Seusai Tanding di Kanjuruhan