FAJARNUSA.COM -- Seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di salah satu SD Negeri di Lumajang, Jawa Timur, berinisial J, diamankan pihak kepolisian karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswi di sekolah tempatnya mengajar.
Kasus ini mencuat setelah orang tua korban mendapati anaknya tengah melakukan video call dengan pelaku.
Dalam rekaman tersebut, pelaku disebut-sebut memperlihatkan alat vitalnya.
"Pelaku telah ditangkap di sekolahannya oleh Polsek Tempursari, kemudian diserahkan kepada unit Pidter Satreskrim Polres Lumajang," ujar Kasubsi Pidum Sihumas Polres Lumajang, Ipda Untoro Abimanyu saat dikonfirmasi, Selasa 15 April 2025.
Penangkapan J dilakukan pada Senin 14 April 2025 di sekolah tempatnya mengajar.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kejadian ini sempat terjadi beberapa waktu sebelum akhirnya kasus dilaporkan dan diusut.
Baca Juga: Proses Cerai Hampir Selesai, Baim Wong Mengaku Lega akan Segera Berpisah dari Paula Verhoeven
“Kasus ini bermula ketika orang tua korban mengetahui adanya video call oknum guru honorer pada anaknya. Dari situ isi video ada dengan menunjukan kemaluannya, mengetahui kejadian itu orang tua datang ke kepala sekolah,” tambah Untoro.
Polisi juga mengungkap adanya bujuk rayu berupa uang dari pelaku kepada korban untuk melancarkan aksinya.
Tidak hanya itu, tersangka juga memberikan ancaman kepada korban.
“Korban dijanjikan akan diberi uang oleh tersangka,” kata Untoro.
Berdasarkan bukti percakapan di WhatsApp, pelaku juga sempat mengancam korban dengan tidak memberikan nilai mata pelajaran PJOK apabila perbuatannya diceritakan kepada orang lain.
Pesan ancaman tersebut dibalas dengan kata “iya” oleh korban.
Artikel Terkait
Viral Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Guru Besar UGM pada Mahasiswa Bimbingan Skripsi, Apa Tindak Lanjut Mendikti Saintek?
Fakta Baru dari Reka Ulang Adegan Pembunuhan Juwita, Jumran Habisi Nyawa Korban di Mobil Sewaan dan Hancurkan HP Berisi Bukti Pelecehan Seksual
Sanksi Berat Menanti Dokter Kandungan yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, POGI Pertimbangkan Pencabutan Izin Praktik
Fakta Baru Kasus Pelecehan Seksual Dokter Kandungan di Garut, Korban Tak Hanya Pasien tapi Juga Perawat dan Bidan