FAJARNUSA.COM (INDRAMAYU) – Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Mira Riyati Kurniasih, meninjau progres pembangunan perumahan nelayan korban banjir rob di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Selasa (15/4/2025).
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Dandim 0616 Indramayu dan sejumlah kepala SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Lucky Hakim menyampaikan, relokasi ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk memberikan hunian yang lebih layak bagi warga terdampak rob. Sebanyak 93 unit rumah dibangun di atas lahan yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah.
“Ini adalah relokasi untuk warga terdampak banjir rob di Eretan. Bersama Bu Dirjen, kami memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan kebutuhan masyarakat. Kami ingin warga yang sebelumnya terdampak bisa tinggal di tempat yang lebih aman dan layak,” ujar Bupati Lucky.
Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI, Mira Riyati Kurniasih, menjelaskan, lokasi ini merupakan salah satu titik relokasi dari program nasional percepatan penurunan kemiskinan dan penanganan bencana banjir rob.
Menurutnya, pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera bukan hanya memberikan tempat tinggal, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar mandiri secara ekonomi.
Baca Juga: Bupati Lucky Hakim Hadiri Pelantikan DPAC-FKDT se-Indramayu, Tegaskan Komitmen untuk Guru MDT
“Relokasi ini kami lakukan bekerja sama dengan Pemda dan Wirausaha. Warga yang menerima bantuan adalah mereka yang sudah diverifikasi sebagai terdampak langsung dan tergolong masyarakat tidak mampu. Kami pastikan bantuan ini tepat sasaran,” jelasnya.
Dia juga menambahkan, rumah yang dibangun terdiri dari dua kamar, satu ruang tamu, dan kamar mandi. Selain hunian, sarana dan prasarana penunjang seperti masjid dan Z-Corner untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat turut dibangun dengan dukungan BAZNAS RI.
“Target penyelesaian rumah ditetapkan pada 1 Juni 2025, sementara pembangunan masjid diperkirakan rampung pada Agustus, tetapi semoga bersamaan. Kendala utama selama proses ini adalah faktor cuaca, seperti hujan deras yang menghambat pekerjaan lapangan,” lanjutnya.
Melalui kolaborasi antara Kemensos, Pemerintah Kabupaten Indramayu, dan BAZNAS, program Kampung Nelayan Sejahtera diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tidak hanya layak huni, tetapi juga mendukung kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat.***
Artikel Terkait
Pj. Gubernur Jawa Barat Tinjau Langsung Dampak Rob di Eretan Wetan, Masyarakat Desak Percepatan Penanggulangan
Soroti Kebijakan Prabowo, Dedi Mulyadi Kini Berjanji ke Warga Jabar: Tak Boleh Lagi Ada Banjir Berikutnya
Debit Air Meningkat, Banjir di Sejumlah Tititk di Kota Cirebon, Ini Pesan Wali Kota saat Meninjau Lokasi Banjir
Dijadwalkan Mei 2025, Pemkot Cirebon dan BBWS Cimancis Lakukan Normalisasi Sungai untuk Penanggulangan Banjir
Berkunjung ke Kantor BBWS Cimancis, DPRD dan Walikota Bawa Misi Atasi Banjir