Ia menambahkan, kriteria penerima bantuan adalah perempuan lansia berusia 55 tahun ke atas yang tidak memiliki keluarga dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Bukan hanya memberi bantuan materi, tapi juga menjalin ikatan emosional. Kita harapkan ASN bisa mengunjungi rumah lansia yang diasuh, bahkan mendokumentasikan cerita mereka,” ujarnya.
Ke depan, program ini juga akan melibatkan kepala desa, pihak swasta, dan masyarakat umum.
“Kalau sekarang baru ASN, nanti semua bisa ikut. Satu orang, satu lansia. Di dinas kami, eselon empat pun wajib mengasuh satu lansia,” ucapnya menambahkan.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 170 ribu lansia terlantar di Kabupaten Cirebon. Jika tidak seluruhnya terakomodasi tahun ini, program akan berjalan secara bergilir pada tahun berikutnya.
Artikel Terkait
Prabowo Ungkap Terima Banyak Surat dari Negara Lain Terkait Pelaksanaan Program MBG di Indonesia: Mereka Ingin Belajar dari Kita
Disoroti Pemimpin Dunia, Ternyata Begini Tantangan dan Percepatan Program Makan Bergizi Gratis
Ramadan Momentum Implementasikan Program Indramayu Mengaji
Luncurkan Program “Reang Eman Ning Sema”: Langkah Indramayu Bangun Kabupaten Ramah Lansia