Ditemukan Belatung di MBG yang Sebabkan Siswa Keracunan, Kepala BGN Minta untuk Dimaklumi

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Minggu, 23 Februari 2025 | 21:34 WIB
Ilustrasi menu MBG untuk siswa, program Presiden Prabowo - Gibran. (x.com/putra_sangihe)
Ilustrasi menu MBG untuk siswa, program Presiden Prabowo - Gibran. (x.com/putra_sangihe)

Pernyataan Kepala BGN

Dalam sebuah pernyataan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan beberapa kendala teknis yang timbul dalam pelaksanaan MBG.

"Itu memang hal-hal yang teknis, yang ini harus dimaklumi," ujar Deden, Sabtu 22 Februari 2025.

Ia menceritakan bahwa banyak ibu-ibu pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum terbiasa memasak untuk lebih dari 1.000 orang.

Ia menambahkan bahwa memang butuh waktu agar dapat memasak dengan tepat dan aman.

"Butuh waktu tiga bulan sampai dia betul-betul bisa dengan kematangan yang benar, dengan rasa yang pas, karena itu tidak mudah,” ujarnya.

Dadan juga menyoroti permasalahan kebersihan ompreng yang pernah ia temui.

“Contoh, ada catering yang sudah biasa melakukan melayani 3.000. Begitu ikut program MBG, kewalahan di dalam mencuci ompreng," jelasnya.

"Karena mereka tidak pernah mencuci ompreng, jadi mereka akhirnya mencuci sampai 14 jam. Kami yang sudah pengalaman, tahu tips and tricks-nya. Sehingga mereka yang sudah biasa di catering pun, harus kita kasih tahu bahwa mencuci omprengnya seperti itu,” tambahnya.

Mengenai dugaan belatung, Dadan menegaskan bahwa kejanggalan temuan belatung tersebut.

"Kemarin ada misalnya kasus belatung di Palembang. Saya ahli entomologi, paham betul. Tidak mungkin belatung hidup di luar omprengnya,” ungkap Dadan.

Ia memastikan untuk meningkatkan SOP pengawasan.

“Sekarang ditambah lagi SOP-nya. Setiap kali mau mengirim makanan, divideokan semuanya, foto semuanya. Karena kok tiba-tiba begitu sampai di sekolah, kenapa ada ompreng yang ada belatungnya,” ujar Dadan.

Dadan juga menambahkan bahwa SOP yang ketat telah diterapkan untuk pengiriman, serta sistem kontrol yang selalu diawasi.

“tu hal yang tidak normal yang sudah mulai terjadi. Itu meningkatkan SOP kami setiap hari, dan kami selalu pagi hari melakukan pelayanan, sorenya langsung rapat bersama seluruh Indonesia. Jadi ini program yang sangat terkontrol,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X