Update Kondisi Terbaru Korban Penembakan WNI di Malaysia, Kemenlu Ungkap Satu Orang Masih Belum Teridentifikasi

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 4 Februari 2025 | 16:04 WIB
Foto ilustrasi kasus penembakan. (Pixabay/Vika_Glitter)
Foto ilustrasi kasus penembakan. (Pixabay/Vika_Glitter)

Satu korban lagi masih dirawat intensif dan belum bisa memberi keterangan, termasuk tentang identitasnya.

“Sementara satu WNI lainnya masih dalam pemantauan dan rawatan intensif pihak rumah sakit, sehingga belum bisa memberikan keterangan dan belum terverifikasi identitasnya,” imbuh pesan dari Kemenlu tersebut.

Baca Juga: Fakta Baru, Malaysia Telah Menahan Seorang WNI yang Diduga Terlibat dalam Kasus Penembakan 5 WNI di Selangor

Penangkapan satu WNI yang diduga terlibat dalam penembakan

Pada Sabtu, 1 Februari 2025, Polis Diraja Malaysia (PDRM) telah menangkap satu Warga Negara Indonesia yang diyakini memiliki keterlibatan dalam insiden penembakan ini.

“Tersangka masuk ke Malaysia sebagai turis dan kami menahannya untuk membantu penyelidikan,” ujar Kepala Polisi Selangor, Datuk Hussein Omar Khan.

Berkas penyidikan hampir selesai dan mungkin paling cepat minggu depan sudah diserahkan ke Wakil Jaksa Penuntut Umum,” imbuhnya

Mengenai penangkapan satu orang WNI, KBRI Kuala Lumpur belum menerima notifikasi kekonsuleran atas penangkapan tersebut.

KBRI juga telah mengirimkan Nota Diplomatik kepada Pemerintah Malaysia untuk meminta penjelasan dan akses kekonsuleran bagi WNI tersebut.

Penyelidikan akan dilakukan dengan transparan

Pada Kamis, 31 Januari 2025, KBRI Kuala Lumpur telah mengadakan pertemuan dengan Kepala Ibu Pejabat Polis Kontinjen atau IPK Selangor.

Kepala Polis berkomitmen untuk melakukan penyelidikan yang menyeluruh, cepat dan transparan, termasuk terhadap petugas Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) yang terlibat.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Presiden Prabowo usai memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan TNI Polri Tahun 2025 pada Kamis, 30 Januari 2025.

“Iya, itu sedang kita tentunya berharap ada investigasi,” kata Presiden Prabowo di The Tribrata, Jakarta.

Sama halnya dengan Menlu Sugiono yang mengatakan kalau saat ini masih dalam proses pengumpulan keterangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X