“Saya sudah umumkan rasanya bahwa makan bergizi tetap dilakukan pada bulan Ramadhan,” ujar Dadan.
“Bagi anak sekolah, makanannya akan dibawa pulang, bagi anak pesantren nanti makannya pada saat buka,” ucapnya.
Untuk pesantren, akan ada dapur yang sudah memiliki standar untuk keperluan memasak makanan.
Baca Juga: Serangga Hingga Ulat Sagu Bisa Jadi Menu MBG, Badan Gizi Nasional: Semuanya Tergantung Daerahnya
Faktor kebersihan dan cara penyajian menjadi hal yang diperhatikan untuk pengoperasian program MBG ini.
Kerja sama BGN dan BPOM untuk program MBG
Dadan mengatakan untuk menu MBG selama Ramadhan juga akan berbeda, yaitu bukan makanan segar seperti biasanya.
“Bentuk makanannya tidak masak segar, tapi disiapkan makanan bergizi yang memang pantas untuk berbuka, contohnya susu, ada kurma, ada buah,” kata Dadan pada Kamis, 23 Januari 2025 setelah bertemu dengan BPOM.
Kerja sama BGN dan BPOM ini untuk pengawasan mitigasi kejadian luar biasa selama proses MBG berlangsung.
Pasalnya, program MBG akan berlangsung dalam waktu lama dan setiap hari sehingga membutuhkan pengawasan.
Target program Makan Bergizi Gratis
Program MBG ini sejak awal memiliki target 15 juta anak-anak Indonesia mendapatkan makanan yang bergizi pada September 2025 nanti.
Saat sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta pada Rabu, 22 Januari 2025 lalu, Presiden Prabowo mengungkapkan target MBG.
“Untuk Januari sampai April 2025 program ini sasarannya adalah 3 juta anak,” kata Presiden Prabowo.
"Bulan April sampai Agustus 2025 akan menuju 6 juta anak, September kita harapkan 15 juta anak,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Prabowo Minta Pejabat Hemat Biaya Perjalanan Dinas: Bisa untuk Perbaiki Sekolah hingga Makan Bergizi Gratis
Siswa SD di Depok Tinggalkan Pesan Menyentuh untuk Prabowo di Ompreng MBG
Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo Bikin 40 Siswa Keracunan, Badan Gizi Ungkap Fakta Ini
Serangga Hingga Ulat Sagu Bisa Jadi Menu MBG, Badan Gizi Nasional: Semuanya Tergantung Daerahnya