Kinerja Pendapatan negara 2024 yang positif ini menjadi pondasi untuk mendukung berbagai agenda pembangunan 2025.
Belanja negara tahun 2024 dioptimalkan sebagai shock absorber dan agent of development, ditengah perekonomian global masih dibayangi risiko ketidakpastian yang tinggi.
Realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencapai 93,20 persen dengan pertumbuhan 5,15 persen, mencerminkan peningkatan efektivitas dan optimalisasi penggunaan anggaran.
Pertumbuhan BPP terjadi pada semua jenis belanja kecuali Belanja Modal, pertumbuhan terbesar pada Belanja Bantuan Sosial sebesar 13,43 persen.
Keseimbangan Primer menunjukkan surplus sebesar Rp28,79 triliun. Semakin membaiknya kinerja penerimaan perpajakan dan PNBP memberikan andil yang kuat dalam menciptakan angka surplus. ***
Artikel Terkait
BAHAYA BENER...!Advokat TAMPAK Ungkap Konsorsium Penguasaan Dana APBN Polri
DJP Jawa Barat Gelar Laporan Kinerja APBN dalam Rangka Mendukung Stabilitas Ekonomi
Prabowo Ingatkan Pejabat Hemat APBN 2025: Perangi Kebocoran di Semua Tingkat!
Prabowo Resmikan Flyover Madukoro: Infrastruktur Penting untuk Konektivitas dan Ekonomi