Dalam situasi krisis tersebut, PRA Wangsakerta mengambil alih kepemimpinan dan menyelenggarakan pertemuan keluarga besar Panembahan yang dikenal dengan nama Gotrasawala, yang berarti diskusi keluarga.
Setelah situasi politik membaik, PRA Wangsakerta mendirikan padepokan yang terkenal dengan nama Paguron Kerapyak Natakaprabon (Keraton Kaprabonan), yang menjadi pusat pemikiran dan kebudayaan Cirebon.
"Sejarah ini menunjukkan bahwa semangat kepemimpinan dan kebijakan PRA Wangsakerta berperan penting dalam perkembangan sejarah Cirebon," ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Jajat, pemberian nama Aula Wangsakerta diharapkan dapat menginspirasi semangat kerja yang berlandaskan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan lokal, serta mempererat hubungan antara generasi masa kini dengan warisan leluhur.
"Aula Wangsakerta bukan hanya berfungsi sebagai tempat untuk kegiatan pemerintahan, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan akan identitas Cirebon yang kaya akan sejarah dan budaya," jelasnya. (Mike Dwi Setiawati)
Artikel Terkait
Polres Cirebon Kota Gelar Kegiatan Pembekalan Psikologi bagi Polwan, ASN Wanita dan Bhayangkari
Pecahkan Rekor MURI Pemakaian Sarung Tenun, ASN Kota Cirebon Dukung Pelestarian Budaya dan Ekonomi Lokal
Peringati Hari Guru Nasional, Pj Wali Kota Ingatkan ASN: Guru Pilar Utama dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Assessment Center Kota Cirebon Bukti Nyata Upaya Pengembangan Kompetensi ASN