HIPMI JAYA Gelar Diklatda 2024, Angkat Tema Transformasi Pengusaha Muda Jakarta sebagai Katalisator Menuju Kota Global yang Maju

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Jumat, 15 November 2024 | 11:08 WIB
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI JAYA) menyelenggarakan acara Diklatda 2024 (Dok. Istimewa)
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI JAYA) menyelenggarakan acara Diklatda 2024 (Dok. Istimewa)

FAJARNUSA.COM (Jakarta) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI JAYA) menyelenggarakan acara Diklatda 2024 dengan tema “Transformasi Pengusaha Muda Jakarta sebagai Katalisator Jakarta Kota Global yang Maju, Merata, dan Berkelanjutan.” Kamis, (14/11/2024).

Acara yang berlangsung di The Ritz-Carlton Jakarta ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha muda Jakarta dalam menghadapi tantangan global serta mendukung pembangunan kota yang berdaya saing tinggi dan ramah lingkungan.

Acara ini dibuka oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Daerah DKI Jakarta Dr. H. Marullah Matali yang mewakili Pejabat Gubernur DKI Jakarta. Kehadiran tokoh-tokoh ini menegaskan dukungan pemerintah terhadap peran pengusaha muda sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi aktif dalam transformasi Jakarta.

Baca Juga: Sukseskan Rencana Musim Tanam 2024/2025, Pemkab Indramayu Gelar Rakor Lintas Sektor

Dalam Diklatda 2024 ini, turut hadir sebagai keynote speakers antara lain Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu, serta Menko Pangan Zulkifli Hasan. Para pembicara ini menyampaikan wawasan berharga untuk mendorong pengusaha muda agar dapat berkontribusi dalam menciptakan Jakarta yang lebih berdaya saing di kancah global dan berkelanjutan.

Program Diklatda ini terdiri dari empat sesi utama yang berfokus pada pengembangan organisasi, pemahaman kearifan lokal, strategi kewirausahaan berkelanjutan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan. Beberapa pemateri dalam sesi ini, antara lain Syafaat Perdana dan Heru Mahyudin, menyoroti pentingnya budaya organisasi yang solid dan adaptif. Sementara itu, Tedi Bharata Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN bersama Elisabeth Ratu Rante Allo dari Dinas PPKUKM Jakarta membahas penerapan kearifan lokal dalam inovasi bisnis. Sesi yang dipandu oleh Wamendag Dyah Roro Esti mengupas strategi kewirausahaan berkelanjutan, sedangkan Willem Rampangilei dalam sesi kebangsaan mendorong peserta untuk menumbuhkan semangat patriotisme dalam menjalankan bisnis.

Ketua Umum HIPMI JAYA, M. Riandy Haroen atau yang lebih dikenal sebagai Ryan Haroen, menegaskan pentingnya peran pengusaha muda dalam menghadapi perubahan Jakarta menuju kota global.

Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Aturan Perpanjangan Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan

“Jakarta berada di titik krusial, bertransisi dari Ibu Kota menjadi kota global. Transformasi ini didukung oleh potensi populasi produktif dan kontribusi ekonomi Jakarta yang signifikan, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 3.200 triliun atau 16,6% dari kontribusi nasional. Meski demikian, posisi Jakarta dalam indeks kota global masih perlu ditingkatkan. Kami di HIPMI JAYA berkomitmen menjadi katalisator yang mendorong pengusaha muda untuk memperkuat daya saing Jakarta di tingkat internasional,” ungkap Ryan.

Mahesa Husain, Ketua Steering Committee HIPMI JAYA, turut menekankan pentingnya acara Diklatda ini dalam membangun kompetensi para pengusaha muda Jakarta. “Diklatda 2024 bukan sekadar program pelatihan, melainkan sarana untuk membentuk karakter pengusaha yang berwawasan global, adaptif, dan berkomitmen pada pembangunan yang berkelanjutan. Kami ingin para pengusaha muda mampu menjadi pendorong perubahan yang positif dan berperan aktif dalam menjadikan Jakarta sebagai kota global yang maju dan adil,” ujar Mahesa.

Ryan Haroen juga menambahkan tentang pentingnya membentuk karakter pengusaha muda yang patriotik dan bermental pejuang. “Kami ingin membentuk pengusaha muda yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan dalam kemajuan bangsa. Nilai ini harus terus dijaga oleh anggota HIPMI, agar mereka dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan,” tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Terima Kunjungan Menhan AS: Tukar Informasi dan Pandangan

Ketua Panitia Diklatda 2024, Dzaki Adinda Husna, menyampaikan harapannya agar para peserta dapat mengawal kepengurusan baru HIPMI JAYA dan menjaga semangat “Pejuang Pengusaha, Pengusaha Pejuang.” Diklatda 2024 ini menjadi bukti komitmen HIPMI JAYA untuk melahirkan generasi pengusaha muda Jakarta yang berwawasan global, inovatif, dan siap membawa Jakarta menuju kota global yang maju dan berkeadilan.

Diklatda kali ini juga menghasilkan Nota Kesepahaman Kolaborasi antara HIPMI Jaya dan Akselerasi Ide Nusantara “Alpha JWC”.

Adapun Ruang lingkup Perjanjian Kerja Sama ini meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Peningkatan kapasitas melalui pelatihan, workshop dan temu bisnis sesuai dengan persetujuan kedua belah pihak
2. Penyediaan informasi terkait peluang dan potensi pendanaan untuk startup
3. Pemberian edukasi dan informasi terkait rangkaian proses pendanaan, pengembangan bisnis, trend perkembangan dan tantangan di dunia industri dan startup

Baca Juga: Optimalkan Transportasi Kereta Api, KAI Daop 3 Cirebon Dapat Alokasi BBM 4.947 KL dari BPH Migas

Sejarah singkat HIPMI JAYA

HIPMI dibentuk sebagai wadah dunia usaha yang dapat menampung dan menghimpun aspirasi pengusaha muda Indonesia, memainkan peran aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional. Sebagai organisasi non-partisan, HIPMI membentuk identitas pengusaha nasional sebagai komponen penting dalam meningkatkan daya saing bangsa.

HIPMI didirikan pada 10 Juni 1972 oleh pengusaha-pengusaha muda Indonesia saat itu, seperti Abdul Latief, Datuk Hakim Thantowi, Drs. T. Syahrul, Siswono Yudohusodo, Irawan Jaya Atmadja, Badar Tando, dan Pontjo Sutowo. HIPMI JAYA sendiri baru terbentuk dua tahun kemudian, pada 20 Maret 1974, diprakarsai oleh Drs. Agung Laksono, Drs. Rainal Rais, Drs. Viktor Pardede, Tinton Suprapto, Syarifuddin Idris, SH, dan Ir. Sukrisno Ramelan. Saat ini, HIPMI JAYA memiliki lebih dari 3.800 anggota yang aktif dalam berbagai sektor usaha. **

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X