Keterangan Kepala Dinas Damkar Kota Depok atas Video Viral Sandi Butar Butar yang Meminta Atasannya Diperiksa

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Senin, 22 Juli 2024 | 06:48 WIB
Petugas Damkar Kota Depok Sandi Butar Butar yang meminta atasannya diperiksa (Screnshot video)
Petugas Damkar Kota Depok Sandi Butar Butar yang meminta atasannya diperiksa (Screnshot video)

FAJARNUSA.COM (Depok) -- Beredar sebuah Video viral petugas pemadam kebakaran Kota Depok, Sandi Butar Butar, yang memviralkan room tour alat operasional Pemadam Kebakaran Depok meminta agar atasannya diperiksa. Dia meminta pemeriksaan itu digelar terbuka di depan media dan masyarakat.

"Untuk penegak hukum, tolong periksa Bidang Operasional dan Bidang Sarana dan Prasarana Kota Depok Dinas Pemadam Kebakaran, dan saya ingin pemeriksaan tersebut terbuka, undang media dan masyarakat, dan kumpulkan kami anggota di lapangan, tinggal menjawab ya atau tidak," ujar Sandi dalam unggahan videonya.

Menanggapi video viral tersebut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Adnan Mahyudin merespons aksi anggotanya yang ‘room tour' mengeluhkan sarana prasarana (Sarpras) yang rusak.

Baca Juga: Puncak Peringatan Hari Koperasi ke 77, DKUKMPP Kota Cirebon Gelar Gowes Bersama di Halaman Parkir CSB Mall

Kata Adnan, pemeliharaan unit Damkar sudah dilakukan secara berkala meski ada sparepart yang masih membutuhkan waktu.

Adnan memastikan, setiap unit Damkar yang disiagakan di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) dalam kondisi baik untuk diterjunkan dalam pemadaman kebakaran.

"Disampaikan bahwa pemeliharaan unit dilakukan secara berkala, namun ada kendala di sparepart yang butuh waktu karena mobil lama tahun 2015/2016,” kata Adnan, dikutip Jumat (19/7/2024).

Baca Juga: PPMB UNAIR Umumkan Hasil Seleksi Mandiri UTBK Plus, Berikut Cara Cek Pengumuman Seleksi UTBK Plus UNAIR

“Tidak semua unit UPT rusak dan masih ada unit yang siap dan ready untuk kegiatan penanggulangan bencana dan kebakaran," sambungnya.

Sedangkan gergaji mesin yang rusak, DPKP Kota Depok memastikan akan segera diperbaiki.

Adnan menambahkan, jika masyarakat membutuhkan pertolongan pohon tumbang bisa menghubungi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok.

Baca Juga: Rencana Relokasi, PKL Malioboro Dukung Kebijakan Pemerintah Dalam Percepatan Transformasi Ekonomi

"Memang chainsow (gergaji mesin) sedang rusak akan diperbaiki menurut laporan dari Kepala UPT, tetapi apabila ada yang minta pertolongan misalkan pohon tumbang maka leading sektor ada DLHK, kita bisa juga menyampaikan mohon bantuan kepada DLHK," ujarnya.

Protes Rem Blong

Sebelumnya, Aksi anggota pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok ‘room tour' memamerkan kerusakan sarana prasarana (Sarpras) viral di sosial media (sosmed).

Baca Juga: Lewat Pertunjukan Seni Wayang Kulit di Desa Karangmulya, Pemerintah Kabupaten Cirebon Ajak Masyarakat Gempur Rokok Ilegal

Pria yang mengenakan seragam Damkar berwarna biru lengkap dengan sepatu pantofel hitam itu menunjukkan sejumlah peralatan yang rusak.

Petugas Damkar itu memperlihatkan gergaji mesin yang rusak hingga rem tangan mobil yang blong tidak berfungsi dengan baik.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat datang room tour di kantor Pemadam Kebakaran Kota Depok. Ya, silahkan untuk warga masyarakat Kota Depok, saya mohon maaf sekali. Setiap ada telepon di UPT kami dan UPT-UPT lainnya mengenai pohon tumbang. Bukan kami tidak mau mengerjakan, tapi sensor kami rusak," kata petugas Damkar itu, dikutip Jumat (19/7/2024).

Baca Juga: Tuan Rumah Harganas Tingkat Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Cirebon Terima Gelar Bapak dan Ibu Asuh Anak Stunting

"Ya, kami sudah bikin nota dinas berbulan-bulan yang lalu, tapi belum dibenahi. Mohon maaf untuk warga Kota Depok," sambungnya.

Lantas, petugas damkar tersebut menaiki sebuah mobil pemadam dengan keadaan rem tangan sudah tidak berfungsi.

Ia mengeluhkan kondisi tersebut yang membuat petugas Damkar was-was saat mengendarai mobil pemadam untuk bertugas.

Baca Juga: Gibran Terancam Gagal Dilantik Jika PTUN Kabulkan Gugatan PDI Perjuangan terhadap KPU RI pada Pilpres 2024

"Kalau di tanjakan rasanya dag-dig-dug, pengen copot (jantungnya), takut mobil mundur. Kalau untuk laporan atau nota di atas, kami sudah buatkan semuanya. Kalau dikata untuk laporan, kami sudah melapor kemarin sama seperti kemarin solar. Ya, Bapak, diramaikan dulu, baru dibenahi," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X