FAJARNUSA.COM (Jakarta) - INDONESIA Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas hilangnya nyawa di kedua pihak yang berkonflik, namun khususnya bagi para profesional medis yang kehilangan nyawa saat memberikan layanan penyelamatan nyawa kepada masyarakat.
Sebagai organisasi profesi medis, PB IDI berkomitmen untuk menyebarkan informasi tentang pentingnya perawatan medis yang etis, serta tujuan perdamaian dunia dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal.
World Medical Association (WMA) atau Asosiasi Medis Dunia beserta Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengeluarkan seruan mendesak kepada semua pihak yang berkonflik untuk:
Baca Juga: Grup Musik TBA Rilis Single Perdana U-Uh, Nuansakan CJR dan Coboy Junior
Mematuhi norma-norma Hukum Humaniter Internasional (IHL) untuk tidak menyerang fasilitas medis dan kendaraan tenaga kesehatan, serta melindungi tenaga kesehatan.
Petugas kesehatan harus diberikan sumber daya yang mereka perlukan untuk merawat semua pasien dengan penuh kasih sayang dan sesuai dengan nilai etika profesi dan netralitas medis. Koridor kemanusiaan harus digunakan untuk memastikan pengiriman pasokan medis penting dan bantuan kemanusiaan lainnya ke Jalur Gaza dengan aman.
World Medical Association (WMA) atau Asosiasi Medis Dunia dan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia mengajukan permohonan yang kuat kepada kedua belah pihak untuk menyelamatkan warga sipil, rumah sakit, dan layanan penting lainnya.
Baca Juga: Politisi PPP Sandiaga Uno Ajukan Cuti Sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mulai Kapan?
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, DR Dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT mengutuk keras serangan terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis serta meminta semua pihak untuk memastikan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan tidak menjadi sasaran dan diberikan akses yang aman untuk merawat korban yang terluka. “Sebagai dokter, kami mempunyai kewajiban etik untuk menempatkan keselamatan pasien dan komunitas masyarakat sipil diatas segalanya,” tegas Dr Adib.
Artikel Terkait
Kasus Cacar Monyet di Jakarta 25 Orang Positif
KAI Daop 3 Cirebon Tertibkan 2 Aset Rumah Perusahaan di Jalan Ampera Cirebon
Kontroversi Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres 2024, Sampai Disoroti Media Asing
Viral! Mahasiswa Unisba Terlibat Skandal Arisan Bodong, Lakukan Sakorsing sebagai Sanksi
DPC PDIP Solo Minta Gibran Kembalikan KTA dan Beri Surat Pengunduran Diri, Gibran: Nanti Tindak Lanjuti
Polda Metro Jaya Gerebek Rumah di Ciracas, Temukan 7 Kerangka Janin dalam Septic Tank
KPU Jabar Tetapkan DCT Anggota DPRD Sebanyak 1.849 Orang, Caleg Siap Bertarung