Ikuti Tren Tiktok, 11 Siswa Di Situbondo Justru Lukai Tangan Sendiri

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 4 Oktober 2023 | 20:50 WIB
11 siswa SD ikuti trend sosmed tersayat pisau (foto:sirpoku)
11 siswa SD ikuti trend sosmed tersayat pisau (foto:sirpoku)

FAJARNUSA.COM — Kasus 11 siswa Sekolah Dasar (SD) menyayat tangan sendiri karena diduga mengikuti trend di media sosial tiktok kini tengah menjadi sorotan.

Diduga, ke-11 siswa SD dari Situbondo melakukan hal tersebut karena pengaruh dari mengikuti trend konten yang viral di media sosial TikTok.

Pihak sekolah pun bergegas melakukan pemeriksaan terhadap 11 siswa yang memiliki luka di tangan.

Baca Juga: Seorang Kakek Bernama Kaan Yang Berusia 61 Tahun Sudah Menikah 87 Kali, Begini Lanjutan Kisahnya

"Saat itu juga kita langsung memberikan pembinaan dan memanggil orang tua siswa masing-masing ke sekolah," ujar seorang kepala SD, Selasa (3/10/2023).

Kepala Sekolah tempat siswa SD tersebut, Sri Rahmatillah menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti temuan adanya siswa SDN yang melukai tangannya sendiri. Dia berharap dengan adanya pertemuan itu kejadian tersebut tidak terulang di kemudian hari.

"Tidak ada yang perlu disalahkan atas kejadian ini. Namun kita harus bekerja sama untuk menanggulangi masalah ini, sehingga mohon bantuan semua pihak baik orang tua, sekolah dan instansi lain termasuk Polsek Situbondo Kota yang selama ini bekerja sama dalam hal antisipasi bullying “ ungkapnya, ditulis Rabu (4/10/2023).

Baca Juga: Paylater Kini Sudah Resmi Diluncurkan Oleh BCA, Begini Syarat dan Cara Pengajuannya!

Awalnya, insiden ini diketahui saat tangan seorang siswi SD dipenuhi luka goresan yang tidak wajar dan seorang guru melaporkannya kepada kepala sekolah.

Saat itu, pihak sekolah langsung memeriksa seluruh lengan siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Hasilnya didapati, ada 11 siswa yang lengannya penuh luka sayatan. Mereka berasal dari kelas 4, 5 dan 6 SD.

"Mereka mengaku membeli alat untuk menggores lengannya sendiri itu dari pedagang yang ada di sekitar sekolah," ujar guru tersebut.

Baca Juga: Usai Lecehkan Mahasiswi, Dosen UIKA Bogor Undurkan Diri Dari Kampusnya

Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Situbondo. Pihaknya berharap ada penanganan dari sisi psikologis kepada siswa supaya tidak melakukannya kembali.

**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X