Baca Juga: Pelajar SMK di Indramayu Meninggal Tertabrak Kereta Karena Tak Sempat Menghindar Saat Buat Konten
"Tinggal panggil damkar mbak keliatan dak punyo kebon atau lahan. Idak lahan atau kebon tu pinggir jalan galo mbak. Damkar nk masuk k lahan yg tbakar dak semudah itu. Kalo agek mbak sugih (kalo) mbak tau lahan 100 hektar tu idak tjejer pinggir jalan kwkwkwk".
"Laen kali berpendidikan tinggi ye biar otak dengan mulut sinkron kalo ngomong Ado duet otak katek Ado duet tu dipakai untuk sekolah".
Selain itu, Yoan juga berpendapat bahwa anak-anak yang terpengaruh oleh kabut asap hanya perlu menggunakan masker dan mendapatkan makanan bergizi.
Baca Juga: Kasus Bullying Terjadi Lagi di Lingkungan Pelajar SMP Samarinda, Korban Dihajar Habis-Habisan
"Dan masalah budak (anak) sakit sesek segalo macem yo tinggal pake masker bae," ungkap wanita tersebut.
"Rezeki, sakit, dan apopun balek balek kito samo tuhan cakitunah, jadi kasih be anak makanan yang bergizi dan vitamin," sambungnya.
Pernyataannya ini juga menuai banyak kritik dari masyarakat yang menganggapnya tidak sensitif terhadap dampak kesehatan yang serius akibat kabut asap.
Kasus ini terus menjadi sorotan dan akan diikuti perkembangannya seiring dengan pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Polda Sumsel terhadap Yoan Sandradyta. *
Artikel Terkait
Peringati Hari Batik Nasional, Simak Sejarah dan Makna di Dalamnya
Perayaan HUT ke-25 PT. Bank Mandiri, Hadirkan Promo Promo Menarik, Nasabah Wajib Tahu!
15 Referensi Menarik Caption Postingan Media Sosial Dalam Peringati Hari Batik Nasional
Detail Lengkap Mengenai Promo Dalam Perayaan HUT ke-25 PT. Bank Mandiri
Kejadian Tak Terduga Karena Hujan Dalam MotoGP Jepang 2023, Jorge Martin Amankan Posisi Pertama