Insiden Misterius Seorang Anak Dari Pamen Yang Tewas Terbakar, Masih Belum Terungkap

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Kamis, 28 September 2023 | 07:00 WIB
Anak dari Pamen TNI yang diduga terbakar (foto: @inilahcom)
Anak dari Pamen TNI yang diduga terbakar (foto: @inilahcom)

FAJARNUSA.COM — Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi Leonardus Harapantua Simarmata mengatakan, penyebab kematian anak perwira menengah  / anak pamen TNI AU berinisial CHR (16), yang ditemukan dalam kondisi terbakar di Pos Spion Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Hal itu diketahui setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

"Ada (bau bensin ketika olah TKP), ada (ceceran bekas bensin)," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Leonardus Simarmata kepada wartawan, Rabu (27/9/2023).

Baca Juga: Bupati Cirebon, Imron Beri Pesan Seusai Resmikan Pasar Caplek Bode Lor

satu orang prajurit TNI juga dimintai keterangan untuk menguak insiden yang terjadi atas kematian anak dari perwira menengah ini

"Sementara yang kami periksa dari TNI 1," ujar di kepada wartawan, Rabu 27 September 2023. Sejauh ini baru delapan orang saksi yang diperiksa. Sementara untuk orang tua korban belum bisa dimintai keterangan. Alasannya karena orang tua korban masih trauma.

Sebelumnya diberitakan, hasil autopsi menunjukkan terdapat beberapa luka pada dada anak perwira menengah TNI AU berinisial CHR (16), yang ditemukan tewas dengan kondisi terbakar di Pos Spion Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Baca Juga: Terlihat Alami Kebocoran, Tanggul Laut Jakarta Bikin Cemas

"Ya, ada dada yang kanan itu batas antara dada dan perut. Kena hatinya itu kanan. (Luka sayat) sekitar dada itu enam lah, tiga kiri, tiga kanan," kata Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Hariyanto saat dikonfirmasi, Rabu (27/9/2023).

Hariyanto menjelaskan luka itu diperkirakan karena sayatan senjata tajam yang menyasar ke tubuh CHR. Namun, ia tidak bisa menjelaskan apakah sayatan itu ada unsur penganiayaan atau tidak.

"Iya benar sajam (senjata tajam). (apakah karena penganiayaan?) Saya enggak tahu, itu (ranah) penyidik yang lain," kata Hariyanto.

Luka itu diduga didapat sebelum tubuhnya terbakar. Adapun dia menderita luka bakar 91 persen. Dari hasil autopsi, luka bakar yang diderita mencapai grade dua hingga tiga. Artinya telah masuk luka bakar parah lantaran bisa merusak jaringan secara lebih dalam dengan ciri-ciri tubuh berwarna hitam pekat.

**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X