FAJARNUSA.COM – Kemajuan positif dalam pemulihan pembelajaran siswa di Indonesia disorot oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
Didukung dengan data yang dihimpun melalui studi kolaboratif Kemendikbud Ristek dengan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), munculah sebuah inisiatif untuk kolaborasi antara Indonesia dan Australia.
Baca Juga: Presiden Jokowi Beri Hadiah Rumah Pada Peraih Medali di Asian Games 2023 Wow!!!
Terdapat indikasi signifikan pada periode 2020-2023, dimana Indonesia telah mencapai kemajuan penting dalam transformasi pendidikan.
Setelah menghadapi krisis pada era pandemi Covid-19, sektor pendidikan Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Penelitian ini disajikan dalam publikasi berjudul "Bangkit Lebih Kuat: Studi Kesenjangan Pembelajaran" yang baru saja diluncurkan.
Baca Juga: Kisah Dari Sejarah Google, Pendiri Goggle, Hingga Total Kekayaan Google
Nadiem Makarim, sebagai Mendikbud Ristek, mengatakan konsep gotong royong menjadi pilar keberhasilan program Merdeka Belajar.
"Program ini dirancang sebagai gerakan yang melibatkan semua elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam perubahan sistem pendidikan," ungkap Menteri Nadiem.
Konsep ini mengedepankan kolaborasi dari banyak pihak, termasuk pemerintah pusat, daerah, satuan pendidikan, masyarakat, dan mitra pembangunan, seperti pemerintah Australia melalui program INOVASI.
Artikel Terkait
Kagum, Agnez Mo Musisi Indonesia Pertama Tampil di iHeartRadio Music Festival 2023
Tora Sudiro Bangga, Putrinya Jadi Penari Latar Agnez Mo di iHeartRadio Music Festival 2023
Ngeri, Baru Baru Ini Rusia Latih Anak Sekolah untuk Berperang
Perayaan HUT 25 Google, Google Doodle Tampilkan Logo Yang Berbeda Dari Biasanya