Telisik Tuntutan Mahathir dan Puluhan Ribu Warga Malaysia yang Unjuk Rasa: Turunkan Anwar Ibrahim!

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Minggu, 27 Juli 2025 | 07:27 WIB
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim (kiri) dan Eks PM Malaysia, Mahathir Mohamad. (Instagram.com / @anwaribrahim_my - @chedetofficial)
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim (kiri) dan Eks PM Malaysia, Mahathir Mohamad. (Instagram.com / @anwaribrahim_my - @chedetofficial)

FAJARNUSA.COM - Puluhan ribu warga Malaysia dikabarkan memadati area Gedung Pemerintahan Malaysia di Ibu Kota Kuala Lumpur, pada Sabtu, 26 Juli 2025. 

Tindakan tersebut untuk menuntut Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim mundur dari jabatannya. Aksi itu juga diikuti mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad yang ikut menyuarakan kritik keras terhadap pemerintahan Anwar Malaysia.

Unjuk rasa ini digelar koalisi partai oposisi sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan Anwar. Selain mendesak agar Anwar lengser, massa juga memprotes tingginya biaya hidup yang dinilai kian membebani masyarakat.

Baca Juga: Seskab Teddy Bersama Menteri Imipas Dorong 65 Ribu Pegawai Wujudkan Layanan Imigrasi yang Cepat dan Mudah

Dalam aksi tersebut, para demonstran membawa spanduk bertuliskan "Turunkan Anwar Ibrahim!" sambil meneriakkan yel-yel menentang pemerintahan yang sudah berjalan selama tiga tahun itu. Mereka menilai janji kampanye Anwar tidak terealisasi.

"Dia (Anwar) sudah memerintah selama tiga tahun dan belum memenuhi janji yang dibuat,” kata Fauzi Mahmud salah seorang peserta aksi unjuk rasa di Kuala Lumpur, Malaysia, sebagaimana dilansir dari Al-Jazeera, pada Sabtu, 26 Juli 2025.

"Anwar sudah mengunjungi banyak negara untuk mendatangkan investasi tetapi kami belum melihat hasilnya. Biaya hidup tetap tinggi," imbuhnya.

Baca Juga: Beredar Miras di Warung Kopi Kawasan Juanda Sidoarjo Layaknya Diskotik dengan Gemerlap Lampu di Malam Hari

Mahathir, yang diketahui turut berada di tengah massa menyampaikan orasinya. Ia menuding pemerintahan Anwar gagal memperbaiki perekonomian negara.

"Dia sudah tiga tahun (menjabat sebagai PM Malaysia), apa yang rakyat dapat? Saya pikir dia enjoy melihat kita menderita. Cukup, tolong mundur," ujar Mahathir dalam kesempatan yang sama.

Sebelumnya diketahui, saat dilantik tiga tahun lalu, Anwar berjanji melanjutkan agenda reformasi yang fokus pada pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme di Malaysia. 

Baca Juga: Erick Thohir Usai Indonesia Tembus Final AFF U-23: Recovery, Evaluasi, dan Percaya Diri!

Kendati demikian, oposisi menilai kebijakan tersebut tidak membuahkan hasil nyata.

Berdasarkan laporan CNA dalam artikel yang tayang pada Sabtu, 26 Juli 2025, Kepolisian Malaysia memperkirakan jumlah massa yang ikut turun ke jalan antara 18 ribu hingga 50 ribu orang. Meski demikian, aksi berlangsung damai dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X