FAJARNUSA.COM—Pada tahun penutupan DC Extended Universe (DCEU), guncangan drama film-filmnya di tahun 2023 semakin mengemuka.
Setelah masalah-masalah seperti Shazam! Fury of the Gods dan The Flash, giliran Aquaman and the Lost Kingdom yang terperangkap dalam intrik.
Jason Momoa, pemeran utama Aquaman, dikabarkan berkeinginan untuk menggusur Amber Heard dari sekuelnya.
Baca Juga: Godzilla Is Real! Ternyata Sesosok Hewan Laut yang Cuma Ada di Kepulauan Galapagos, Benarkah?
Ini menjadi sorotan terbaru dalam saga hukum Heard, yang telah berkelanjutan dengan mantan suaminya, Johnny Depp.
Dalam persidangan mereka tahun 2022, Heard mengakui bahwa masalah hukumnya memengaruhi penampilannya di Aquaman and the Lost Kingdom.
Kabar terbaru ini menunjukkan bahwa para penggemar Depp telah bersedia untuk membiayai biaya pengadilan demi mengungkapkan dokumen dari psikolognya Heard, Dr. Dawn Hughes.
Baca Juga: JAM PIDUM Setujui 8 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative, Siapa Saja Orangnya?
Dalam catatan psikolog tersebut, terdapat pernyataan mengejutkan, "Jason Momoa bilang dia ingin aku dipecat. Momoa mabuk dan terlambat di lokasi syuting. Dia berpakaian seperti Johnny Depp, sampai memiliki semua cincinnya juga."
Meskipun pengakuan ini memicu kontroversi, juru bicara DC membantahnya dengan tegas.
Mereka menyatakan, "Jason Momoa selalu berperilaku profesional di lokasi syuting Aquaman and the Lost Kingdom." Para pihak yang terlibat dalam produksi film tersebut juga setuju dengan pernyataan tersebut, menegaskan bahwa Momoa selalu tampil sesuai etika profesionalnya di lokasi syuting, meskipun gayanya terkadang bohemian. *
Artikel Terkait
Insiden Kebakaran! Baru Diresmikan, Pabrik Smelter Nikel Di Sangasanga Kukar Dilahap Jago Merah
Prakerja Gelombang 62 Sudah Resmi Dibuka, Ini Dia Persyaratannya!
Bagaimana Cara Daftar Prakerja Gelombang 62? Ternyata Mudah, Simak Caranya Disini
Bupati Cirebon Saksikan Persiapan Kegiatan Jelang Pilwu Serentak 2023 dan Pemilu 2024
Jaksa Agung Kembali Hentikan Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif Pada Kasus Narkotika