Baca Juga: Nilai Tukar Dolar AS Mendekati Rp 16 Ribu, Diduga Karena Faktor Ini
Selain Bitcoin, mata uang kripto lainnya juga mengalami kenaikan. Ether, kripto terbesar kedua, melonjak 7% hingga melampaui US$1.800 pada hari Selasa.
Koin-koin kripto seperti BNB, XRP, dan Dogecoin juga mencatatkan kenaikan.
Meskipun persetujuan ETF Bitcoin spot tampaknya tak terhindarkan, waktunya masih belum pasti.
Baca Juga: 5.000 Orang Lebih Tewas di Gaza Hampir Semuanya Anak-anak.
Harga Bitcoin saat ini masih di bawah puncaknya pada tahun 2021, yang mencapai hampir US$69.000, terpengaruh oleh kenaikan suku bunga yang mengurangi permintaan aset berisiko.
Korelasi Bitcoin dengan aset seperti saham, obligasi, dan emas telah menurun, memicu pertanyaan tentang apakah investor arus utama sudah mengurangi eksposur mereka.
Dalam perkembangan terkini, Justin d’Anethan, kepala pengembangan bisnis Asia Pasifik aplikasi kripto Keyrock, menyatakan bahwa "likuiditas agak lebih baik dari sebelumnya. Harga sekarang telah pulih, namun jumlah likuiditas masih belum seberapa dibandingkan dengan euforia tahun 2020-2021."
Hal ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih dalam proses pemulihan dan perubahan yang signifikan. *
Artikel Terkait
Skandal Narkoba, Aktor Lee Sun Kyun Terlibat dalam Penggunaan Ganja
Film Sleep Raih Posisi Teratas di Platform OTT, Eh Malah Diterpa Kontroversi Narkoba
Istri Lee Sun Kyun Dicurigai Terkait Penjualan Gedung di Gangnam, di Kode Suaminya?
Lee Sun Kyun Terjerat Kasus Narkoba, Ini 5 Drakor yang Dibintangi Olehnya
Jamie Aditya, Mantan VJ MTV Era 90-an, Beralih Profesi Menjadi Kuli Bangunan