FAJARNUSA.COM -- Sekumpulan Mahasiswa Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Bupati dan Ketua Himpunan Mahasiswa Pertanian (HMP) terpilih yang tergabung dalam Aliansi Feperta Dignity mendatangi Komisi Pemilihan Umum Fakultas Pertanian (KPUM FP). Jum'at (27/12/2024).
Kedatangannya untuk meminta transparansi KPUM FP dari seluruh kegiatan dan keputusan pada kontestasi Pemira UTM.
"Banyak Mahasiswa Pertanian yang mengalami keresahan dan ketidakpastian atas hasil keputusan KPUM FP," ungkap Sayudi sebagai Koordinator Aliansi Feperta Dignity.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat, Pemkab Cirebon Deklarasi ODF
Memimpin jalannya Audiensi Aliansi Feperta Dignity adalah Wakil Dekan III (Wadek III) Bidang Kemahasiswaan sebagai moderator.
Disela audiensi, banyak tuntutan dari Mahasiswa Pertanian yang terhimpun dalam Aliansi Feperta Dignity ini tidak terjawab dan KPUM FP tidak bisa memberikan jawaban secara jelas, begitu pun dengan Dewan Pembina Mahasiswa Fakultas Pertanian (DPM FP) sebagai penanggung jawab yang hanya bisa terdiam tanpa memberikan keterangan yang jelas.
"Kami kecewa atas penyampaian Wadek III, dan atas sikap DPM FP yang hanya diam saja," ujar Mirza selaku mahasiswa yang terhimpun dalam Aliansi Faperta dignity.
Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Beri 30 Paket Sembako Kepada Penjaga Perlintasan Swadaya
“Apalagi ditambah dengan permasalahan pemalsuan data dan ketidakjelasan mekanisme dalam pemilihan sudah menggambarkan bagaimana kebobrokan KPUM FP dan DPM FP pada kontestasi PEMIRA ditahun ini," tambah Panca yang juga tergabung dalam Aliansi Faperta Dignity.
Putusan hasil Audiensi Aliansi Faperta Dignity
Hasil rapat audiensi Wadek III Bidang Kemahasiswaan selaku moderator dan pimpinan rapat secara adil dan bijaksana serta melihat situasi kondisi yang terjadi pada fakta lapangan PEMIRA FP memberikan 2 putusan yang terkmaktub dalam Surat REKOMENDASI PEMIRA dengan nomor B/7170/UN46.3.3/pm.00.04/2024 yang berisi:
Baca Juga: Kata Prabowo Soal Koruptor: Bukan Saya Maafkan, yang Kau Curi Kembalikan!
1. Mengulang semua tahapan dan semua proses Pemira dimulai dari proses pendaftaran, verifikasi berkas, kampanye, debat dan pemilihan Gubernur BEM FP
2. Melakukan pembentukan ulang KPUM FP serta melakukan tahapan pada opsi pertama
Lebih lanjut, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Pemira FP:
Baca Juga: Momen Prabowo di Perayaan Natal Nasional, Sapa dan Salami Semua Pemuka Agama yang Hadir
1. Setiap hasil keputusan semua tahapan Pemira, ditampilkan di Web DPM FP, Instagram DPM FP dan WhatsApp Group (WAG) KMFP 2024 untuk meningkatkan transparansi, jujur dan adil.
2. Pengawasan terhadap penggunaan media sosial terkait pemberitaan Pemira FP.
3. Penggunaan sistem pemilihan elektronik (Daring / Dalam Jaringan) untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa FP dalam Pemira.
Baca Juga: Ketum LAKSRI Kecewa terhadap Putusan Hakim Tipidkor PN Jakarta Pusat kepada Harvey Moeis, Tidak Rasional !!
4. Menghindari semua bentuk pemalsuan data yang berpotensi pelanggaran terhadap Tata Perilaku Kehidupan Kampus.
Dari hasil yang diberikan oleh Wadek III Bidang Kemahasiswan, diharapkan untuk proses pemilihan umum raya atau PEMIRA dilakukan dengan luber dan jurdil.
Tanggal 28/12/2024 sehubungan dengan keluarnya Surat Rekomendasi Pemira tim dari paslon yang dinyatakan menang oleh KPUM FP seolah-olah ingin menolak dan tidak mau menerima dari hasil Audiensi kemarin, begitupun KPUM tidak memberikan keputusan untuk memilih opsi yang sudah diputuskan untuk dipilih malah bersikap acuh tak acuh dan tidak perduli, bukannya memperbaiki dengan keresahan yang terjadi di lingkungan mahasiswa, malah bersikap bahwa dirinya yang paling benar.
Baca Juga: Warga Ganting Wetan Keluhkan Jalan Rusak Akibat Pasca Tambang CV Bromo Indah Gemilang
“kalau tidak mau memperbaiki atas kesalahan yang terjadi di KPUM FP dan tidak mau memberikan sikap atas opsi-opsi yang diberikan, lebih baik Pemira di FP ini di bekukan saja," Tegas Sayudi. (Dani Febri)
Artikel Terkait
Dugaan Ketidaknetralan KPUM dalam Pemira di Universitas Trunojoyo Madura
Kecewa terhadap KPUM dan Wadek III, Mahasiswa FKIP Universitas Trunojoyo Madura Gelar Aksi Demonstrasi