Napi di Kalbar Kabur Saat Jalani Program Asimilasi

- Jumat, 3 Februari 2023 | 13:39 WIB
Ilustrasi napi kabur ( Istimewa)
Ilustrasi napi kabur ( Istimewa)

FAJARNUSA – Tim gabungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Barat (Kanwil Kemenkumham Kalbar) dan Lembaga Pemasyarakan (Lapas) Kelas IIA Pontianak segera melakukan pengejaran terhadap narapidana bernama Isay Heri alias Tikus yang melarikan diri saat diberikan program asimilasi pada Selasa (31/1).

Saat melarikan diri, Isay tengah diperbantukan atau menjalani program asimilasi di area halaman Lapas. Namun saat tiba waktu masuk Lapas, diketahui Isay kabur.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalbar, Ika Yusanti, menuturkan bahwa pemberian asimilasi tersebut telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika tertangkap, maka hak-haknya akan dicabut.

Baca Juga: TNI dan TDM Patok Batas Wilayah Indonesia-Malaysia Cegah Kegiatan Ilegal

“Narapidana tersebut diketahui tengah melarikan diri saat melaksanakan program asimilasi di halaman Lapas. Tim kami langsung melakukan pencarian dan juga berkoordinasi dengan kepolisian setempat,” ujar Ika.

Kemudian Ika menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan titik terang keberadaan narapidana tersebut. Hal tersebut diungkapkan saat Ika melakukan pemeriksaan langsung di Lapas Pontianak, Kamis (2/2).

“Melarikan diri justru membuat Isay merugikan diri sendiri, karena program asimilasi ini merupakan kesempatan untuk berasimilasi di tengah masyarakat. Namun dia justru melanggar,” tambahnya.

Ika juga menegaskan pihaknya tidak hanya melakukan pencarian dan pengejaran terhadap narapidana tersebut, tetapi juga melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab larinya narapidana yang tengah menjalani asimilasi.

Ia menegaskan, apabila kaburnya Isay dari Lapas ada campur tangan atau kelalaian. petugas, maka pihaknya tak segan memberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

Kemudian, Ika juga mengatakan bahwa tingkat hunian di Lapas Pontianak saat ini sudah mengalami overcrowded. Kapasitas yang seharusnya diisi oleh 500 orang, namun saat ini terdapat 1028 napi.[]

Editor: Mauladi Fachrian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rektor Uniks Sebut Kuansing Pencetak SDM Unggulan

Minggu, 5 Februari 2023 | 00:13 WIB

Napi di Kalbar Kabur Saat Jalani Program Asimilasi

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:39 WIB

Ma'ruf Amin: Persempit Ruang Terjadinya Korupsi

Jumat, 27 Januari 2023 | 14:19 WIB

Keterwakilan kaum perempuan dalam Revisi UU Desa

Kamis, 26 Januari 2023 | 19:48 WIB

Erick Thohir Sholat di kamar Bung Karno di Bengkulu

Selasa, 24 Januari 2023 | 21:26 WIB

Terpopuler

X