Mencekam, Begini Kondisi Massa Rakyat Di Patung Kuda Yang Menolak Kenaikan BBM

photo author
Mauladi Fachrian, Fajar Nusa
- Selasa, 13 September 2022 | 18:07 WIB
Kondisi massa aksi yang menolak kenaikan BBM di Patung Kuda, Jakarta. (Fajarnusa/instagram/@persatuanburuh)
Kondisi massa aksi yang menolak kenaikan BBM di Patung Kuda, Jakarta. (Fajarnusa/instagram/@persatuanburuh)


FAJARNUSA - Massa rakyat yang terdiri dari beberapa elemen masih bertahan menolak kenaikan BBM di Patung kuda, silang monas, Jakarta Pusat hingga petang 13 September 2022.

Dilihat dari live instagram @persatuanburuh, nampak massa yang terdiri dari buruh, mahasiswa, pelajar dan kaum miskin kota bersatu dalam satu barisan tanpa sekat-sekat bendera ataupun almamaternya.

Sejak siang hari, massa masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Bahkan, Jalan menuju Istana Presiden ditutup oleh barikade serta kawat berduri.

Baca Juga: Mahasiswa Tuntuk Kapolres Metro Tangerang Segera Bertindak Atasi Mafia Tanah

Massa terus berupaya mencari jalan untuk sampai Istana Presiden dengan bertolak dari jalan merdeka barat ke merdeka selatan.

Barisan massa juga masih melakukan lobi pada aparat kepolisian untuk membuka blokade.

Sementara orator tidak berhenti menyampaikan orasinya dari atas mobil komando.

Massa pun terus diimbau oleh orator agar tidak terprovokasi oleh aparat kepolisian agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"hati-hati hati-hati provokasi," teriak orator untuk massa aksinya.

"lihat sisi kanan-kiri kalian sudah mulai banyak yang ditarik oleh oknum kepolisian," ucap Orator dengan kencang.

Asap-asap hitam tebal diduga dari hasil bakar ban oleh massa sudah mulai mengudara.  

Mobil komando yang berada di tengah barisan massa pun terlihat mulai dievakuasi secara perlahan mengingat waktu sudah memasuki malam hari sementara aksi massa yang menolak kenailkan BBM tersebut masih tetatp bertahan.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mauladi Fachrian

Tags

Rekomendasi

Terkini

X