FAJARNUSA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyerang balik Plt Bupati Kuansing Suhardiman Amby yang mengancam akan menarik aset dan memutus kerjasama Pemkab dengan kampus Uniks.
Aktivis HMI, Boy Nopri Yarko Alkaren mengatakan bahwa pernyataan Suhardiman Amby jelas menunjukkan sikap yang anti kritik dan reaksioner serta arogan.
"Plt harus bisa pisahkan antara kritikan yang dibangun mahasiswa di bawah payung HMI dengan kebijakan kampus. Di kampus merdeka itu secara harfiah memanusiakan manusia dan menjadikan produktivitas berpikir dalam konteks menyonsong kemajuan zaman," ucap Boy, Rabu 28/9.
Baca Juga: Plt Bupati Kuansing Akan Putus Kerjasama Uniks Dengan Pemkab Karena HMI
Boy menuturkan bahwa aksi demo HMI kemaren itu jelas untuk membahas transparansi anggaran dan dibuatnya perda pacu jalur.
Namun Boy menilai Suhardiman Amby sudah keluar pembahasan dengan membuat pernyataan yang melebar kemana-mana.
"Artinya Suhardiman Amby harus belajar justifikasi lokalisir permasalahan. Ancaman Plt Bupati Kuansing tentang pengambilan aset yang dipinjamkan Pemkab terhadap Uniks dan memutus kerjasama itu adalah bentuk kepanikan dan arogansi yang dipertontonkan olehnya dalam menyikapi kritikan," ucap Boy.
Lebih lanjut Boy mengatakan terkait aset yang dipinjam pakai oleh pemda terhadap Uniks dan pemutusan kerjasama memang haknya pemerintah daerah. Namun, kata dia, dua poin itu jelas peruntukkannya sebagai penunjang kemajuan pendidikan di kuansing.
"Kalau terjadi pemutusan sepihak artinya pemerintah daerah telah menunjukan sikap tidak peduli dengan pendidikan daerah bahkan telah bertolak belakang dengan visi misi pemerintah daerah dalam bidang pendidikan," kata Boy.
Boy berpandangan, apabila keputusan Suhardiman Amby itu dalam upaya untuk meredam suara-suara mahasiswa, artinya itu adalah pembodohan berjamaah secara sistemik oleh pemerintah daerah Kabupaten Kuantan Singingi.
"Karena daerah yang maju itu adalah daerah yang pemimpinnya terbuka untuk dikritik dan menjalankan amanah sesuai dengan porsi dan kebijakan nya di bawah undang-undang," tutup Boy. [] (Noperman).