FAJARNUSA.COM - Satu Tahun MBG: ICW Temukan Anggaran Fantastis untuk Seragam hingga Alat Makan.
Tepat satu tahun sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program unggulan Kabinet Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), kini tengah menjadi sorotan tajam. Indonesia Corruption Watch (ICW) membeberkan sejumlah temuan terkait tata kelola anggaran yang dinilai tidak berkorelasi langsung dengan peningkatan gizi anak.
Dalam siniar di kanal YouTube Bambang Widjojanto (16/1/2026), Kepala Divisi Advokasi ICW, Egi Primayogha, mengungkapkan adanya potensi konflik kepentingan dan masalah dalam pengadaan barang.
Baca Juga: KAI Bocorkan Jadwal Pemesanan Tiket Kereta Api Lebaran 2026, Cek Tanggalnya di Sini!
Anggaran Seragam Tembus Rp423 Miliar
Salah satu temuan yang paling mencolok adalah besarnya biaya untuk atribut personel. ICW mencatat pengadaan seragam bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) mencapai angka yang fantastis.
"Kami kumpulkan datanya, ada pengadaan seragam kaos, sepatu, celana, hingga handuk yang totalnya mencapai Rp423 miliar," ujar Egi.
Baca Juga: Sempat Hilang 16 Hari di Gunung Slamet, Pendaki Asal Magelang Ditemukan Meninggal di Jurang
Hal ini menuai tanda tanya mengenai urgensi pengeluaran tersebut di tengah fokus utama program yang seharusnya menyasar pemenuhan nutrisi balita, siswa, serta ibu hamil dan menyusui.
Soroti "Sendok Bebek" senilai Rp4 Miliar
Tak hanya seragam, rincian biaya alat makan juga tak luput dari pengawasan. ICW menemukan realisasi anggaran untuk alat makan dan dapur mencapai Rp583 miliar.
"Yang jelas, ada pengadaan sendok bebek yang kalau kita hitung nilainya mencapai Rp4 miliar di tahun 2025. Data ini baru saja kami verifikasi beberapa hari lalu," tambah Egi.
Risiko Duplikasi Anggaran
Egi mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan klarifikasi transparan. Persoalan utama yang disoroti adalah ketidakjelasan tanggung jawab pengadaan antara pusat (BGN) dan unit pelaksana (SPPG).