nasional

Di Balik Carut-Marut Internal Maskapai, Legislator Minta Garuda Hentikan Budaya 'Aji Mumpung'

Selasa, 2 Desember 2025 | 10:24 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih mendesak Dirut Garuda Indonesia lakukan pembenahan internal maskapai. (Instagram/abdulhakimbafagih)

“Sudah cukup sampai di sini, jangan ada penyertaan modal lagi. Cukup berleha-lehanya, cukup gampanginnya, cukup aji-aji mumpungnya. Ayo sekarang kita benerin Garuda bareng-bareng,” tegasnya.

Abdul menekankan pentingnya disiplin dan tata kelola yang lebih profesional, apalagi Garuda merupakan maskapai nasional yang membawa nama negara.

Sorotan Soal Efisiensi: Pesawat Baru Untung Kalau Terisi 150 Persen

Baca Juga: ITB Widya Gama Kampus Wirausaha Tebar Optimisme lewat Pemberdayaan Penyintas Semeru

Abdul turut menyinggung persoalan efisiensi operasional Garuda, termasuk perhitungan beban biaya pesawat. 

Laki-laki berusia 33 tahun itu menyebut bahwa ada ketimpangan antara struktur biaya Garuda dengan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.

“Satu pesawat Garuda ini baru bisa untung kalau terisi 150 persen. Jadi 25 persen di sayap kanan, 25 persen di sayap kiri. Berarti kan sebenarnya dari dalamnya nih, Pak,” ucapnya.

Baca Juga: Rais Aam Miftachul Akhyar Umumkan PBNU Bentuk Tim Pencari Fakta Usai Copot Gus Yahya dari Jabatan Ketum

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa tidak sehatnya struktur biaya dan manajemen operasional Garuda Indonesia selama ini, sehingga mustahil mencapai profitabilitas tanpa pembenahan mendalam.

DPR Minta 3 Inisiatif Utama dalam 3 Bulan

Menutup intervensinya, Abdul meminta Glenny menyampaikan tiga inisiatif utama yang akan dijalankan dalam waktu tiga bulan ke depan untuk memastikan arah pembenahan Garuda berjalan konkret dan terukur.

Baca Juga: Akses Darat Sulit Ditembus, Kepala BNPB Ungkap 50 Tentara Jalan Kaki ke Daerah Terisolir di Tapanuli Utara-Sibolga untuk Distribusi Logistik

“Jikalau diberikan waktu 3 bulan, saya ingin tanya, Pak, tiga inisiatif utama yang dijalankan itu apa,” ujar Abdul.

Pertanyaan itu menegaskan bahwa DPR menginginkan langkah-langkah cepat, strategis, serta dapat dievaluasi dalam jangka pendek untuk melihat efektivitas kepemimpinan baru di tubuh maskapai pelat merah tersebut.***

Halaman:

Tags

Terkini