nasional

Di Balik Carut-Marut Internal Maskapai, Legislator Minta Garuda Hentikan Budaya 'Aji Mumpung'

Selasa, 2 Desember 2025 | 10:24 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih mendesak Dirut Garuda Indonesia lakukan pembenahan internal maskapai. (Instagram/abdulhakimbafagih)

FAJARNUSA.COM - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Direktur Utama Garuda Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, dalam membenahi dan menertibkan internal maskapai nasional tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Abdul saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR dan jajaran direksi Garuda Indonesia pada Senin, 1 Desember 2025. 

Pria kelahiran tahun 1992 itu menilai persoalan efisiensi dan kebocoran internal telah berlangsung terlalu lama dan membutuhkan pendekatan yang kuat untuk dibenahi.

Baca Juga: Berikut 10 Titik Internet Darurat Satria-1 di Lokasi Bencana yang Disiapkan Kemkomdigi

Dukung Langkah Bersih-Bersih ala Militer

Dalam rapat, Abdul menegaskan bahwa tindakan keras dibutuhkan agar penyimpangan internal benar-benar bisa diberantas. 

Lelaki asal Jawa Timur itu menggambarkan bahwa penyelesaian persoalan internal Garuda tidak lagi bisa dilakukan melalui pendekatan lunak.

Baca Juga: MTQH ke-51 Kabupaten Cirebon Resmi Ditutup Kafilah Terbaik Bersiap ke Tingkat Provinsi

“Kalau perlu tangan besi, tangan besi sekalian, Pak, saya mendukung. Karena kalau enggak kayak gitu enggak bisa, Pak. Ini memang benar-benar dari dalam di Garuda ini enggak ada efisiensi,” ujar Abdul.

Menurutnya, reformasi manajemen yang dilakukan dirut baru harus menjadi momentum memutus praktik buruk yang selama ini menghambat performa Garuda Indonesia.

Kritik terhadap Kinerja Lama Garuda: Cukup Berleha-lehanya

Baca Juga: Viral Video Pegawai SPBU Kenakan Celana Jeans, Warganet: Seragam juga Ikutan Dioplos?

Abdul juga menyoroti bahwa masalah Garuda bukan semata soal bisnis, tetapi juga soal kultur kerja dan perilaku sebagian oknum di internal. 

Menurutnya, selama ini pembenahan sering terhambat karena masih adanya mentalitas ‘aji mumpung’ di tubuh perusahaan.

 

Halaman:

Tags

Terkini