nasional

Pertumbuhan Ekonomi Stagnan, DPR Ingatkan Purbaya Agar Tak Bergantung pada Konsumsi APBN

Jumat, 28 November 2025 | 12:37 WIB
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit kritik Menkeu Purbaya soal pertumbuhan ekonomi yang stagnan. (Tangkapan layar TV Parlemen)

FAJARNUSA.COOM - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit, menyoroti rendahnya laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) menurut lapangan usaha pada tahun 2025. 

Dolfie menilai sebagian besar sektor usaha masih tertinggal dari target pemerintah sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Sorotan tersebut  disampaikan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Kementerian Keuangan pada Kamis, 27 November 2025 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta. 

Baca Juga: IFG Dorong Pengembangan Industri Asuransi Berbasis Riset dan Customer Centricity melalui Research Dissemination 2025

Dolfie menegaskan bahwa capaian sektor-sektor usaha saat ini belum menunjukkan perkembangan yang sejalan dengan arah kebijakan pertumbuhan yang dicanangkan pemerintah.

Menurutnya, hanya sektor pertanian yang terlihat berada di jalur yang sesuai target, sementara sektor lainnya belum menunjukkan langkah kebijakan yang jelas.

"Yang on the track dan itu baru satu sektor yaitu pertanian. Bagaimana dengan sektor-sektor yang lain? Belum terlihat dan kita juga enggak tahu apa kebijakan pemerintah," ujar Dolfie.

Baca Juga: IFG Libatkan 400 Mahasiswa Bangun Kesadaran ESG melalui Edukasi Keuangan Berkelanjutan

Target Pertumbuhan RPJMN Dianggap Sulit Tercapai

Pemerintah dalam RPJMN 2025-2029 menargetkan pertumbuhan PDB pada kisaran 5,6 persen sampai 6,1 persen di awal periode, dengan target akhir mencapai 8 perseb pada 2029. 

Angka tersebut menjadi dasar bagi kementerian dan lembaga untuk menyusun kebijakan sektoral.

Baca Juga: Audit PBNU Tahun 2022 Ungkap Dugaan TPPU, Syuriyah Sampai Tak Sangka Dokumen Internal Itu Viral di Medsos

Kendati demikian, Dolfie menilai target tersebut berpotensi sulit dicapai jika kementerian teknis hanya bertumpu pada belanja APBN. 

Politisi partai PDIP itu mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi membutuhkan kontribusi nilai tambah, bukan sekadar konsumsi oleh pemerintah.

 

Halaman:

Tags

Terkini