Maruf juga memaparkan sejumlah capaian Kota Cirebon dalam penyelenggaraan data selama dua tahun terakhir. Di antaranya, Inovasi Penyelenggaraan SDI Terbaik Kabupaten/Kota pada Satu Data Jabar Award 2024, Juara II Penyelenggara Tata Kelola Data Geospasial Kabupaten/Kota, serta Penghargaan Bhumandala Kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial Predikat Nawasena. Selain itu, Kota Cirebon meraih penghargaan EPSS 2024 kategori terbaik dengan nilai 2,98. “Capaian ini menunjukkan bahwa kerja kolaboratif kita mulai membuahkan hasil, dan perlu dijaga konsistensinya,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, ada juga penganugerahan Penghargaan Cirebon Satu Data Tahun 2025 kepada produsen data terbaik melalui hasil penilaian objektif dari enam kategori. Untuk kategori Perangkat Daerah, peringkat pertama diraih DKIS, diikuti DPRKP dan Disdukcapil. Pada kategori Non-Perangkat Daerah, Kemenag Kota Cirebon menempati posisi pertama, disusul KPP Pratama Cirebon Satu dan Kantor Pertanahan.
Pada kategori Data Statistik Populer, penghargaan diberikan kepada Dinas Kesehatan dengan data “10 Kasus Penyakit Terbanyak di Kota Cirebon”, serta PT PLN (Persero) UP3 Cirebon untuk data “Tarif Listrik Golongan Rumah Tangga Berdasarkan Batas Daya”.
Untuk kategori Dataset Terbanyak, peringkat pertama diraih DKP3, disusul BPS, sementara kategori Metadata Statistik Terbaik diberikan kepada Dinas Kesehatan. Adapun DPUTR menerima penghargaan sebagai produsen data geospasial terbaik. **