FAJARNUSA.COM (Cirebon) – Kota Cirebon kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan strategis tingkat provinsi, yaitu Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) I Tahun 2025 Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Jawa Barat. Acara ini digelar dengan tema “Membangun Ketangguhan Usaha melalui Kolaborasi Pariwisata” dan slogan “Ngurus Lembur Nata Kota, Pariwisata Menggelora.”
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya atas terselenggaranya RAKERDA I ini. Menurutnya, suatu kehormatan bagi Pemerintah Kota Cirebon dan seluruh masyarakat dapat dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan RAKERDA I PHRI Jawa Barat.
“Kehadiran para nakhoda industri perhotelan dan restoran ini adalah energi positif yang menegaskan peran vital sektor ini bagi perekonomian daerah,” ujar Wali Kota.
Baca Juga: Kinerja APBN Berjalan On Track, Surplus Regional sebesar Rp18,33 Triliun
Wali Kota menekankan pentingnya ketangguhan industri perhotelan dan restoran. Ia menuturkan, fokus saat ini adalah mengokohkan fondasi industri agar mampu bertahan, bahkan bertumbuh, di tengah gejolak ekonomi dan perubahan perilaku wisatawan.
“Ketangguhan ini tidak bisa dicapai sendirian, melainkan melalui kolaborasi,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa Kota Cirebon memiliki potensi besar sebagai destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Standar layanan hotel dan restoran perlu terus ditingkatkan agar berdaya saing di tingkat regional.
Baca Juga: Kerugian Negara Rp1,15 Miliar: Kanwil DJP Jawa Barat II Serahkan Tersangka AR ke Kejari Bekasi
“PHRI memiliki peran sentral, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi, serta penerapan standar kebersihan, keamanan, dan kesehatan (CHSE) secara ketat,” tegasnya.
Selain itu, Wali Kota menekankan pentingnya adaptasi digital dalam sektor pariwisata. Seperti yang diketahui, wisatawan kini merencanakan perjalanan sepenuhnya melalui platform digital. Hotel dan restoran harus adaptif, memanfaatkan online channel untuk reservasi dan promosi, serta mengintegrasikan sistem pembayaran digital.
“Kolaborasi pariwisata harus mencakup kolaborasi data, sehingga Pemerintah Daerah dapat mengambil keputusan berbasis informasi yang akurat,” jelasnya.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya dukungan terhadap UMKM dan kuliner lokal. Ia menekankan agar hotel dan restoran menjadikan produk lokal, seperti Batik, Terasi, dan jajanan khas Cirebon, sebagai bagian dari layanan dan souvenir.
“Setiap kamar hotel yang terisi, setiap piring yang disajikan di restoran, harus memberikan dampak langsung yang terukur bagi kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BPD PHRI Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh ketua BPC yang hadir.