Kelurahan Pulasaren yang mewakili Kecamatan Pekalipan menjawab tantangan zaman dengan DIGI PKK, aplikasi digital untuk pelaporan PKK. Kemudian ASTAGA, sebuah program integrasi akta lahir, edukasi gizi, dan stunting menjadi wujud konkret inovasi layanan publik berbasis data.
Kelurahan Karyamulya yang mewakili Kecamatan Kesambi hadir dengan SIPENOL, sistem pengantar online antar-RT yang memangkas birokrasi dan memudahkan koordinasi.
Program Bank Sampah Berkasih juga menjadi manifestasi kesadaran lingkungan yang dibalut kebersamaan.
Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Gelar Lomba Foto 80 Tahun Perjalanan KAI, Berikut Syarat dan Ketentuan !
Setiap kelurahan menampilkan kisahnya, bukan dengan angka semata, tapi dengan wajah-wajah warga, kisah nyata, dan gerakan kolektif yang menyentuh akar permasalahan.
Sekda menjelaskan bahwa penilaian dilakukan melalui tiga aspek utama: administrasi, pemaparan, dan verifikasi langsung di lapangan. Kelurahan yang memperoleh nilai tertinggi secara keseluruhan akan dipilih untuk mewakili Kota Cirebon di ajang tingkat provinsi.
“Penting kesiapan masing-masing kelurahan dalam menghadapi proses verifikasi lapangan, agar data dan program yang disampaikan selaras dengan kondisi riil di masyarakat,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra), Sutikno juga menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada surat edaran Gubernur Jawa Barat terkait penyelenggaraan Anugerah Gapura Sri Baduga.
“Tujuan utamanya adalah menggali potensi riil di setiap kelurahan serta mendorong aparatur bekerja lebih baik dalam tata kelola, pembangunan, dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tahapan penilaian mencakup seleksi awal di tingkat kecamatan, dilanjutkan dengan pemaparan di tingkat kota, dan terakhir verifikasi lapangan oleh tim penilai. “Hasil penilaian dari keseluruhan tahapan tersebut akan menentukan kelurahan dengan kinerja terbaik yang layak diajukan ke tingkat provinsi,” pungkasnya.