nasional

Proyek Gas Rp341 Triliun Blok Masela Masuk Tahap FEED, Target Beroperasi 2029

Jumat, 29 Agustus 2025 | 06:24 WIB
Foto Ilustrasi - Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Blok Masela resmi dimulai secara seremonial. (Unsplash/laohu911)

FAJARNUSA.COM -  Proyek raksasa Lapangan Abadi, Blok Masela di Maluku resmi memasuki tahap Front-End Engineering Design (FEED), atau desain rekayasa teknis untuk fasilitas kilang darat gas alam cair (Onshore LNG/OLNG). 

FEED ditargetkan rampung dalam tiga bulan sebelum masuk ke Final Investment Decision (FID) pada tahun depan. Proyek ini diproyeksikan mulai beroperasi pada 2029.

Tahap FEED meliputi peninjauan spesifikasi fasilitas produksi dan pengolahan hidrokarbon dari Lapangan Abadi, serta pembangunan kilang LNG darat. 

Baca Juga: Pemerintah Beri Waktu 2 Tahun Industri Pangan Terapkan Aturan Label Gula, Garam, Lemak

Ada empat paket utama dalam pekerjaan ini, yaitu OLNG, Floating Production Storage and Offloading (FPSO), Subsea Umbilicals, Risers and Flowlines (SURF), dan Gas Export Pipeline (GEP). 

Seluruh paket akan mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) atau penangkapan dan penyimpanan karbon.

"Proyek ini bukan hanya proyek migas biasa, tetapi salah satu pilar ketahanan energi sekaligus motor penggerak pembangunan nasional dan daerah," ujar Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, saat peresmian fase FEED Proyek LNG Blok Masela di Jakarta Pusat pada Kamis 28 Agustus 2025.

Baca Juga: PPATK Gandeng BGN Awasi Transaksi Mencurigakan di Program MBG

Menurut Yuliot, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 juta kaki kubik standar gas per hari (MMSCFD), serta 35 ribu barel kondensat per hari. 

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus memperkuat daya saing industri dalam negeri.

Nilai investasi proyek Abadi Masela mencapai sekitar Rp341 triliun (setara US$20,94 miliar dengan kurs Rp16.300 per dolar AS). 

Baca Juga: Apple akan Bangun Akademi Developer Baru di Jakarta, Target Bekali 1.000 Pelajar per Tahun

Pada tahap konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap lebih dari 12 ribu tenaga kerja, sementara saat beroperasi akan tetap melibatkan sekitar 850 pekerja.

"Kami berkomitmen memastikan proyek ini berjalan dengan standar lingkungan tinggi, termasuk implementasi Carbon Capture and Storage (CCS)," tambah Yuliot.***

Tags

Terkini