nasional

Mentan Bandingkan Harga Beras Indonesia dan Jepang, Titiek Soeharto Singgung Perbedaan Pendapatan per Kapita

Sabtu, 23 Agustus 2025 | 10:44 WIB
Mentan Amran dalam acara syukuran capaian cadangan beras nasional tembus 4 juta ton pada 31 Mei 2025. (Instagram/a.amran_sulaiman)

FAJARNUSA.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membandingkan harga beras di Indonesia dan Jepang saat rapat bersama dengan Komisi IV DPR RI.

Mentan Amran menyatakan bahwa harga beras di Jepang saat ini lebih mahal dari Indonesia.

Sementara menurutnya, sedikit kenaikan harga beras di Indonesia langsung membuat masyarakat bereaksi pada pemerintah.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Rp1.376 Triliun untuk Bansos, Makan Bergizi Gratis hingga Subsidi Energi

“Sekarang ini baru naik saja sedikit, ribut, Jepang sudah sampai Rp100 ribu per kilo harga beras hari ini,” ujar Mentan Amran saat rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Pernyataan tersebut keluar saat Amran menjelaskan tentang  subsidi pangan Rp150 triliun dan mengungkapkan bahwa pangan di Indonesia identik dengan padi dan memiliki komposisi yang besar.

“Anggaplah kita kasar membagi sesuai BPS saja 48 persen atau 40 persen saja artinya yang digunakan uang negara berbisnis, maaf itu kurang lebih Rp60 triliun,” ucap Amran.

Baca Juga: Tekan Harga Properti, Fahri Hamzah Usulkan Subsidi Tanah Gantikan Subsidi Perumahan

“Kenapa kita intervensi ada HET, kemudian ada HPP, karena ini adalah vital, kalau ini bermasalah itu kita kesulitan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ke depannya, hal itu akan dibahas lebih lanjut dengan harapan konsumen bisa menikmati dan di sisi lain, kesejahteraan petani tetap terjaga.

Merespon pernyataan Amran tentang perbandingan harga beras dengan Jepang, Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto, menyinggung tentang pendapat per kapita yang berbeda.

Baca Juga: Pantau ODOL, Kemenhub Siapkan Teknologi Baru Mirip ETLE

Sehingga menurut politikus asal Partai Gerindra itu, perbandingan harga tak bisa dilakukan.

“Nggak bisa dibandingkan dengan Jepang, pendapatan per kapita kita juga lain, Pak,” ucap Titiek.

 

Halaman:

Tags

Terkini