nasional

Harga Beras Mahal, Stok Menggunung, Ini Respon Bulog Cirebon

Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:45 WIB
Kantor Bulog Cabang Cirebon (Dok. Fajarnusa.com)

FAJARNUSA.COM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir mengatakan pemerintah sudah berpengalaman menjalankan program SPHP sejak 2022. Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, program kali ini belum mampu menekan harga beras.

“Sejak 2022 sampai 2025, kita sudah terbiasa menyalurkan SPHP. Tapi baru tahun ini, meski sebulan dijalankan, harga tetap naik,” ujar Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 yang ditayangkan melalui YouTube Kemendagri, pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti anomali atau kelainan harga beras yang semakin mahal di pasaran, meski pemerintah sedang menjalankan program penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) oleh Perum Bulog.

Baca Juga: Dinilai Gagal Sehatkan Bank Perekonomian, BPR Deli Serdang Ditutup OJK

Selain menyebabkan harga pangan naik, lambatnya distribusi beras juga bisa merugikan negara.

Tomsi mengingatkan, beras merupakan komoditas yang mudah rusak dan mengalami penurunan mutu jika terlalu lama disimpan.

Tomsi menjelaskan, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Bulog masih tergolong sangat rendah. Padahal, keterlambatan distribusi bisa memicu harga beras di pasaran semakin naik.

Baca Juga: Update Kebijakan Tarif Trump: dari Suku Cadang Mobil hingga Furnitur, Kini Kena Dampak

"Kalau beras tidak disalurkan, atau disalurkan lambat, dampaknya harga beras jadi naik. Kita belum bisa menurunkannya,” kata Tomsi.

"Beras ini ada masa simpannya. Kalau kelamaan di gudang bisa rusak, harganya turun, bahkan harus dibuang. Itu jelas akan merugikan negara,” ujarnya.

Terkait harga beras yang mahal dipasaran, dan stok beras yang menumpuk di gudang, Wakil Kepala Bulog Cirebon, Sandi Kusuma Putra, terheran heran dengan anomali harga yang masih sangat tinggi dipasaran.

Baca Juga: Demi Keamanan dan Keselamatan, KAI Daop 3 Cirebon Tertibkan Bangunan Liar di Sekitar Perlintasan Sebidang

"Iya nih pak, kok anomali harganya masih tinggi yah," jawabnya pada Media Fajar Nusa lewat pesan singkatnya.

Penyebab harga beras mahal bisa terjadi karena stok yang menumpuk di dalam gudang Bulog.

Bulog Cirebon pun gencar melaksanakan operasi pasar untuk stabilitas harga beras. Ini terjadi secara Nasional dan menjadi PR pemerintah dalam menekan tingginya harga beras dipasaran.

Baca Juga: Launching Perdana Program Makan Bergizi Gratis oleh Yayasan Karya Muda, Wabup Tuti: Ciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing

Stok yang sangat banyak di gudang Bulog Cirebon agar segera di evaluasi, karena jika terlalu lama bisa menimbulkan bau apek, penurunan mutu dan menimbulkan kerugian negara.

Menurut Sandi, menumpuknya stok beras di gudang Bulog Cirebon, karena perintah penyaluran beras dari gudang harus ada intruksi dari pemerintah.

"Kalau menumpuk beras di gudang itu karena perintah penyaluran beras dari gudang harus ada instruksi dari pemerintahan Pak," pungkasnya.

**

Tags

Terkini