nasional

Prabowo Sebut Selamatkan Rp300 Triliun Dana APBN 2025 dari Risiko Korupsi, Dialihkan untuk Rakyat

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 10:28 WIB
Pidato Presiden RI, Prabowo Subianto menyebut telah menyelamatkan Rp300 triliun dari APBN yang rawan diselewengkan. (Instagram/presidenrepublikindonesia)

FAJARNUSA.COM - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto menyatakan telah menyelamatkan Rp300 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang dinilai rawan diselewengkan. 

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi dan efisiensi belanja negara.

"Kami telah identifikasi dan telah selamatkan Rp300 triliun dari APBN yang kami lihat rawan diselewengkan," tegas Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI 2025 di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat 15 Agustus 2025.

Baca Juga: Bitcoin Sempat Tembus Rp1,93 Miliar per Koin, Lalu Terjun usai Inflasi AS Menghantam Pasar

Prabowo menyebut dana tersebut sebagian besar berasal dari pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga anggaran alat tulis kantor yang berlebihan, yang berpotensi menjadi sumber korupsi.

"Anggaran perjalanan dias luar dan dalam negri yang begitu besar, anggaran alat tulis kantor yang begitu besar," jelasnya.

Prabowo juga menyatakan bahwa langkah efisiensi ini merupakan amanat langsung dari konstitusi. 

Baca Juga: Bukan Sekadar Tarik dan Hembus, Ini 5 Latihan Pernapasan yang Ampuh Bikin Rileks

“Efisiensi ini diperintah oleh Undang-Undang Dasar kita yaitu ayat 4 pasal 33 Undang-Undang Dasar," tegas Prabowo. 

"Rp300 triliun kami geser untuk hal-hal yang lebih produktif dan langsung bisa dirasakan rakyat,” lanjutnya.

Prabowo juga menegaskan dirinya tidak memiliki pilihan lain selain memimpin langsung pemberantasan korupsi di seluruh lembaga eksekutif dan pemerintahan. 

Baca Juga: Awal Mula Ledakan Polemik Royalti, Aturan Musik yang Bikin Pengusaha Matikan Speaker di Cafe

"Saya tidak ada pilihan lain selain memimpin upaya pemberantasan korupsi," tegasnya.

Sebagai informasi, acara ini dihadiri lebih dari 600 anggota dewan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan partai politik, hingga perwakilan negara sahabat.***

Tags

Terkini