FAJARNUSA.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menuai pro dan kontra mengenai larangan study tour yang ia keluarkan.
Pejabat yang kerap dipanggil KDM itu menceritakan momen pertemuannya dengan salah satu orang tua siswa yang berkeluh kesah mengenai kegiatan study tour.
KDM membeberkan bahwa kegiatan study tour diklaim menghabiskan banyak biaya, sehingga bisa menjadi beban untuk sebagian orang tua siswa.
Baca Juga: Polda Sumut Gerebek Gudang Narkoba Jaringan Thailand, Sita 26 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
“Banyak orang yang hari ini bertemu saya, pasti ceritanya ‘Kenapa ibu kelihatan sangat susah, kenapa sedih ketemu saya,’” ujar KDM dalam video podcast bersama Deddy Corbuzier yang diunggah pada Senin, 4 Agustus 2025.
Ia kemudian menceritakan curhatan orang tua siswa tersebut tentang kegiatan study tour.
“Anak saya itu harus study tour, ongkosnya Rp2,5 juta terus nanti bekal Rp1,5 juta, total Rp4 juta,” imbuhnya menirukan curhatan orang tua siswa tersebut.
“Gede lho itu,” sambungnya.
KDM kemudian mengungkapkan bahwa orang tua banyak yang melakukan pinjaman uang ke Bank Emok.
“Bank Emok itu adalah bank yang ada di desa, rentenir, terorganisir dengan baik, terkelola dengan baik, tidak (legal) tapi berkeliaran bebas,” jelasnya pada Deddy Corbuzier.
Baca Juga: Momen KAI Daop 3 Cirebon Sampaikan Permohonan Maaf atas Insiden KA Argo Bromo Anggrek yang Anjlok
KDM menegaskan bahwa aktivitas bank tersebut justru membuat kerugian pada negara, yakni tak membayar pajak dan menarik bunga tidur.
“Apa sih study tour-nya? Ternyata piknik biasa, mengunjungi tempat wisata,” tambahnya.