nasional

Pemkab Cirebon Gercep Jemput 25 Warga yang Terlantar di Subang

Selasa, 10 Juni 2025 | 19:16 WIB
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bergerak cepat menjemput 25 warganya yang terlantar di Kabupaten Subang, Jawa Barat (Dokumentasi)

FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bergerak cepat menjemput 25 warganya yang terlantar di Kabupaten Subang, Jawa Barat, setelah menjadi korban penipuan lowongan kerja fiktif di proyek pembangunan pabrik mobil listrik.

Salah satu korban penelantaran pekerja, Nadmudin, membagikan kisah menyedihkan yang dialaminya bersama puluhan rekan lainnya.

Mereka awalnya dijanjikan pekerjaan di proyek pembangunan perusahaan otomotif yang berlokasi di Desa Sawangan, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Subang.

Baca Juga: KDM Sambut Gubernur Maluku Utara di Lembur Pakuan, Dedi Mulyadi: Cerita Kita Sulit Dicerna

Namun, kenyataan pahit harus mereka terima. Dari total sekitar 30 orang yang datang, hanya tiga orang yang diterima bekerja oleh pihak perusahaan.

Sisanya termasuk Nadmudin yang ditelantarkan begitu saja, tanpa diberikan kejelasan maupun makanan.

“Kami semua datang dengan harapan tinggi, tapi ternyata cuma tiga orang yang diterima. Sisanya, ya ditelantarkan. Tidak diberi makan, tidak tahu harus ke mana,” ujar Nadmudin di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Selasa (10/6/2025).

Baca Juga: Pembahasan Penyusunan RIPARDA Kota Cirebon Libatkan Akademisi

Sebagian besar dari mereka datang dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan. Tidak ada cukup uang untuk pulang, bahkan untuk sekadar makan pun harus mengandalkan solidaritas sesama.

“Kami akhirnya memutuskan keluar dari kawasan proyek, karena tidak tahu harus bagaimana. Jalan kaki sejauh 30 kilometer, karena memang tidak punya ongkos pulang,” tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hilmy Riva’i, mengatakan bahwa peristiwa ini menjadi atensi serius, karena biasanya penanganan pekerja terlantar dilakukan terhadap warga yang berada di luar negeri, namun kali ini terjadi di dalam negeri.

Baca Juga: Wapres Tinjau Lokasi Pengungsian Korban Kebakaran Kapuk Muara, Gibran Soroti Tenda yang Gelap

“Ini memilukan. Mereka dijanjikan oleh seseorang warga negara Cina untuk bekerja di proyek pabrik. Awalnya diminta 30 orang, lalu dikurangi menjadi 25, dan ternyata hanya tiga orang yang benar-benar diterima bekerja,” katanya.

Menurutnya, karena rasa solidaritas terhadap teman-temannya yang tidak diterima, ketiga orang yang sempat diterima pun akhirnya menolak bekerja. Seluruhnya pun akhirnya ditelantarkan oleh pihak yang merekrut.

Para korban tidak diberikan makan maupun ongkos untuk kembali ke Cirebon. Bahkan mereka terpaksa berjalan kaki sejauh 30 km untuk mencari bantuan.

Halaman:

Tags

Terkini