nasional

Penerimaan Pajak APBN Menjadi Instrumen Stabilisasi dan Mendorong Pertumbuhan Serta Kesejahteraan Masyarakat Jawa Barat

Rabu, 7 Mei 2025 | 18:21 WIB
Penyampaian kinerja makro ekonomi dan fiskal Jawa Barat triwulan I tahun 2025 dalam Penerimaan Pajak APBN mendorong stabilisasi dan pertumbuhan masyarakat (Dok. DJP)

f. Penerimaan Bea dan Cukai pada bulan Maret 2025 terkontraksi sebesar 14,19 persen terhadap penerimaan bulan Februari 2025.

2. Belanja Negara Tumbuh Kuat
a. Pagu Belanja Negara pada APBN regional Jabar tahun 2025 sebesar Rp117,20 triliun. Sampai dengan 31 Maret 2025 telah terealisasi Rp29,41 triliun atau 25,10 persen dari pagu. Kinerja belanja Negara mengalami perlambatan dibanding periode yang sama tahun yang lalu.

b. Belanja K/L sampai dengan 31 Maret 2025 terealisasi sebesar Rp7,67 triliun atau 19,17 persen dari pagu, kinerja belanja K/L mengalami perlambatan dibanding periode yang sama tahun yang lalu.

Baca Juga: Sudah Bersahabat Lama, Raffi Ahmad Unggah Foto Lawas dan Pesan Haru di Hari Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier

Perlambatan terjadi pada komponen Belanja Barang dan Belanja Modal yang terkontraksi sebesar 66,30% dan 73,16 persen.

c. TKD telah terealisasi sebesar Rp21,75 triliun atau 28,17 persen dari pagu 2025, tumbuh 17,26 persen (yoy) dikontribusi pertumbuhan pada DAU, DAK Non Fisik , Dana Desa dan Dana Insentif Fiskal. Sedangkan DAK Fisik s.d. 31 Maret 2025 belum ada realisasi.

3. Ekonomi Kerakyatan Dalam rangka meningkatkan UMKM di Jawa Barat, Pemerintah menyalurkan bantuan kredit UMi dan KUR. Realisasi penyaluran UMi 1 Januari – 31 Maret 2025 sebanyak Rp6,31 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 437 debitur.

Baca Juga: Kata Bill Gates usai Intip Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah, Sebut Manfaat untuk Ibu Hamil-Menyusui

Sebagai kesimpulan, APBN terus dijaga kredibilitas dan sustainabilitas untuk menjadi instrumen stabilisasi dan mendorong pertumbuhan serta kesejahteraan rakyat.

Penerimaan Negara terus diperbaiki, Belanja fokus pada prioritas nasional dan pembiayaan hati-hati ditengah gejolak global. **

Halaman:

Tags

Terkini