nasional

Disoroti Pemimpin Dunia, Ternyata Begini Tantangan dan Percepatan Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 25 Maret 2025 | 08:21 WIB
Presiden Prabowo saat Meninjau Pelaksanaan MBG di SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya. (instagram.com/presidenrepublikindonesia)

FAJARNUSA.COM -- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto telah berjalan selama tiga bulan dan menjangkau 38 provinsi. 

Meski menuai banyak pujian dari dunia internasional, program ini masih menghadapi tantangan dalam hal pemerataan.

Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak surat dari pemimpin dunia yang ingin mempelajari bagaimana Indonesia menjalankan program MBG.

Baca Juga: Paus Fransiskus Disambut Para Umat karena Telah Keluar dari Rumah Sakit Setelah Dirawat Selama 38 Hari

"Apa pun yang terjadi, ini suatu prestasi yang luar biasa. Saya terima surat-surat dari pimpinan-pimpinan dunia,” ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip pada Minggu, 23 Maret 2025.

“Mereka bahkan mau belajar dari kita," tambahnya.

"Mereka bilang salah satu yang mereka ingin belajar dari kita adalah makan bergizi. Padahal kita baru mulai. Mereka menganggap bahwa kita salah satu yang paling serius. Dan paling besar usaha kita menangani ini," ungkapnya. 

Baca Juga: Bank OCBC Siap Bantu UMKM dan Individu, Soal Kesehatan Finansial hingga Perkuat Transformasi Digital

Namun, Prabowo juga menyoroti keluhan dari masyarakat yang belum menerima manfaat MBG.

"Hanya masalahnya kalau saya datang ke suatu desa atau suatu tempat, orang tuanya yang nanya, 'Pak kami di sini belum terima makan bergizi',” tutur Presiden.

“Jadi ini sesuatu yang mengusik hati saya. Mereka dengar di desa sebelah sudah (terima MBG), dia dengar di sekolah sebelah sudah, dia belum bisa," katanya.

Baca Juga: Arus Mudik Angkutan Lebaran 2025, H-7 Jumlah Kedatangan Penumpang Wilayah Daop 3 Cirebon Alami Peningkatan

Presiden meminta Kepala BGN dan jajaran untuk mencari solusi inovatif agar program ini bisa menjangkau lebih banyak orang dalam waktu yang lebih cepat.

"Saya minta ya Kepala BGN dengan semua jajaran berpikir inovatif, kreatif. Bagaimana kalau bisa kita percepat? Apa pakai sistem hibrida atau bagaimana? Karena kasian, rakyat kita sangat membutuhkan dan mengharapkan," tutur Prabowo.

Selain itu, program ini menimbulkan kontroversi pada masyarakat luas.

Halaman:

Tags

Terkini