nasional

Prabowo Ungkap Terima Banyak Surat dari Negara Lain Terkait Pelaksanaan Program MBG di Indonesia: Mereka Ingin Belajar dari Kita

Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:09 WIB
Presiden Prabowo saat memimpin sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jumat, 21 Maret 2025. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

FAJARNUSA.COM -- Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program prioritas Kabinet Merah Putih.

Program ini berjalan di bawah naungan badan baru yaitu Badan Gizi Nasional dengan anggaran dana di tahun 2025 adalah Rp71 triliun.

Anggaran tersebut bisa bertambah Rp100 triliun jika akan dilakukan percepatan pemerataan MBG pada September mendatang.

Baca Juga: Update Kasus Judi Sabung Ayam yang Tewaskan 3 Polisi di Lampung, Ada Dugaan Bagi-bagi Duit ke Koramil dan Polsek

“Boleh sekarang mulai bangga Makan Bergizi Gratis sudah menjangkau 38 provinsi dan sekarang sudah 2 juta penerima manfaatnya,” ucap Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Maret 2025.

“Ini sebuah prestasi yang luar biasa,” imbuhnya.

Program MBG baru dimulai pada 6 Januari 2025 dan menurut pengakuan Prabowo, banyak negara yang ingin belajar dari Indonesia mengenai pelaksanaannya.

Baca Juga: Duta GenRe Kabupaten Cirebon 2024 Sukseskan Program INI GENTING

Prabowo mengungkapkan jika dirinya menerima banyak surat dari negara lain terkait pelaksanaan MBG.

Menurutnya, Indonesia disebut sebagai negara yang serius dalam menjalankan program ini.

“Saya terima surat-surat dari pimpinan-pimpinan dunia,” ucap Prabowo.

“Mereka bahkan belajar dari kita, banyak kunjungan pimpinan-pimpinan negara lain, mereka bilang salah satu yang mereka ingin belajar dari kita adalah makan bergizi. Padahal kita baru mulai,” imbuhnya.

Baca Juga: Klaim Wakil Ketua DPR RI yang Menyebut Telah Berdialog dengan Sipil Terkait UU TNI: Kami Melakukan Komunikasi Intens

“Mereka menganggap kita salah satu yang paling serius dan paling besar usaha kita menangani ini,” tambahnya.

Target MBG adalah 15 juta orang dengan anggaran Rp71 triliun di tahun 2025.

Halaman:

Tags

Terkini