FAJARNUSA.COM – Sebanyak 35 biksu Thudong akhirnya tiba di Malaysia setelah melakukan perjalanan panjang dari Thailand. Kedatangan mereka disambut hangat oleh masyarakat setempat, termasuk komunitas Buddha dan warga yang menghargai nilai spiritual serta keberagaman. Sabtu 15/03/25
Menariknya, dalam perjalanan ini, seorang Muslim asal Indonesia turut mengawal para biksu demi menjaga kelancaran perjalanan dan menunjukkan semangat toleransi antar umat beragama.
Sosok tersebut adalah Prabu Diaz Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali, seorang relawan yang telah mengikuti perjalanan para biksu sejak mereka melintasi wilayah Thailand.
Baca Juga: Kontroversi Rapat Revisi UU TNI di Hotel Mewah saat Isu Efisiensi Memuncak, Masyarakat Kritik Keras: Pemerintah Seperti Tidak Memiliki Rasa Malu
"Saya merasa tergerak untuk membantu karena melihat perjalanan ini bukan hanya tentang agama tertentu, tetapi juga tentang nilai-nilai kemanusiaan dan kedamaian," ungkap Diaz.
Dengan penuh khidmat, rombongan Bhante melanjutkan perjalanan mereka, membawa misi perdamaian, ketenangan, dan kebijaksanaan dalam ajaran Dharma.
"Ini adalah momen untuk menunjukkan bahwa toleransi itu nyata dan bisa kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Prabu Diaz.
Baca Juga: Bantah Adanya Pemborosan di Tengah Efisiensi karena Rapat Revisi UU TNI di Hotel Fairmont, DPR: Itu Pendapatmu
Biksu Thudong adalah para biksu yang melakukan perjalanan kaki dalam tradisi meditasi dan kebaktian. Perjalanan ini bukan hanya ujian spiritual bagi mereka, tetapi juga menjadi simbol perdamaian dan kebersamaan.
Kehadiran seorang Muslim yang turut membantu perjalanan ini mendapat apresiasi luas, baik dari masyarakat Buddha maupun Muslim di Malaysia.
"Kami sangat menghargai bantuan dan kepedulian dari semua pihak, termasuk saudara-saudara Muslim yang telah membantu kami dalam perjalanan ini," ujar Bhante Visuddho, salah satu biksu yang ikut dalam rombongan.
Baca Juga: Pengusaha Top Tanah Air Apresiasi Menteri PKP Maruarar Sirait dalam Dukung Program Prabowo, James Riady: Pak Menteri Mau Turun ke Lapangan!
Setelah tiba di Malaysia, para biksu akan melanjutkan perjalanan menuju beberapa vihara sebelum akhirnya menuju tujuan akhir mereka di Singapura. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa keharmonisan antaragama dapat terwujud melalui sikap saling menghormati dan tolong-menolong.
Semoga perjalanan Thudong 2025 ini berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi semua. **