FAJARNUSA.COM – Pendidikan menjadi hal yang krusial diperbincangkan, sebagai salah satu aspek yang mempengaruhi kehidupan, pendidikan tidak boleh diremehkan.
Belakangan ini berita mengenai efisiensi anggaran sedang menjadi sorotan dan buah bibir masyarakat berbagai kalangan. Tidak sedikit pula yang sudah turun ke jalan untuk meminta kejelasan dan pertimbangan atas kebijakan pemerintah tersebut.
Efisiensi anggaran dianggap meresahkan masyarakat apalagi dikalangan pendidikan. Banyak mahasiswa yang khawatir beasiswanya dicabut dan mempengaruhi keberlangsungan pendidikannya.
Baca Juga: Kondisi Terkini Paus Fransiskus, Sempat Memburuk, karena Muntah dan Sebabkan Perburukan pada Paru-paru
Salah satunya beasiswa seperti kip kuliah yang menjadi andalan masyarakat menengah kebawah yang ingin menempuh pendidikan tinggi dengan keadaan ekonomi yang terbatas.
Dilansir dari laman https://kip-kuliah anggaran kip kuliah sebanyak Rp14,69 triliun dengan target penerima bantuan KIP Kuliah hingga 1.040.192 penerima. Dengan total penerima kip kuliah sebanyak itu dapat kita bayangkan apabila terjadi efisiensi anggaran berapa mahasiswa yang akan mogok kuliah.
Alih-alih mengurangi jumlah nominal beasiswa, lebih baik pemerintah melakukan upaya perbaikan proporsi dan pengawasan pada sistem pendistribusian beasiswa supaya anggaran yang dikeluarkan tepat sasaran dan tidak terbuang sia sia.
Baca Juga: Bupati Lucky Hakim Jelaskan Perubahan Nama Alun-Alun Indramayu
Selain itu pemerintah perlu meninjau sejauh mana anggaran di dunia pendidikan ini sampai pada tangan yang tepat, atau jangan jangan jatuh pada tikus tikus berdasi. Upaya tersebut jauh lebih efektif untuk menanggulangi permasalahan saat ini.
Selain itu efisiensi anggaran tidak bisa diterapkan secara dadakan karena dampaknya akan sangat terasa, perlu tahapan yang panjang dan pertimbangan yang matang dalam pengimplementasiannya.
Apalagi indonesia akan menghadapi bonus demokrafi pada tahun 2030-2040 mendatang, hal ini menjadi tantangan besar bagi indonesia supaya angka penduduk produktif lebih tinggi daripada yang non produktif.
Baca Juga: Sinergi Polda DIY bersama DPKP dan Petani Milenial Wujudkan Ketahanan dan Swasembada Pangan, Siapkan Regenerasi SDM Pertanian Yogyakarta
Indonesia hendaknya mempersiapkan generasi mudanya menjadi generasi emas yang mampu bersaing di kancah internasional sejak saat ini dan salah satu caranya melalui pendidikan.
Dengan adanya pro dan kontra atas kebijakam tersebut maka perlu adanya pertimbangan terhadap efisiensi anggaran.
Uswatun Hasanah mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Trunojoyo Madura juga turut menyampaikan sudut pandangnya melalui sebuah karya puisi tentang efisiensi anggaran.
Baca Juga: Selain Penuhi Hak Karyawan yang Kena PHK di Sritex Group, Wamenaker Ungkap akan Hapus Batasan Usia untuk Mencari Kerja: Jangan Dipersulit
Puisi tersebut dibuat atas dasar penyampaian gagasan berdasarkan fakta yang ada dan tengah dirasakan, mengingat Uswatun Hasanah merupakan salah satu penerima Kip Kuliah yang saat ini menggantungkan nasib pendidikannya pada beasiswa tersebut.
Berikut puisi karya Uswatun Hasanah yang mengangkat judul :
"Efisiensi Anggaran Melantai Pendidikan" Karya : Uswatun Hasanah
Baca Juga: Kasus Keracuan MBG, Siapa yang akan Menanggung Biaya Pengobatannya? Begini Jawaban Badan Gizi Nasional
Pendidikan portal masa depan
Pendidikan pemberantas kebodohan
Setiap sosok membutuhkan
Bahkan dari setiap kalangan
Beasiswa adalah nafas bagi yang tak punya
Harapan bagi yang ingin sebatas angan
Nan lentera bagi ia yang berjuang
Berita efisiensi anggaran menjelma resah
Manakala mimpi-mimpi itu dipaksa sudah
Tidak ada generasi emas karena anggaran dipangkas
Baca Juga: Jadi Korban Sindikat Penggelapan Mobil, Sopir Taksi Online di Surabaya jadi Pengangguran
Rasanya menjadi slogan yang pas
Pemerintah hendaknya tegas
Karena isu ini masyarakat was-was
Efisiensi anggaran jangan melantaikan pendidikan
Karena pendidikan pilar kemajuan
Dalih-dalih demi kebaikan
Jangan malah merusak tatanan pendidikan
Maka kebijakan perlu dipertimbakan
Besar harapan kami supaya pemerintah mempertimbangkan efisiensi anggaran tersebut, mengingat dampak besar yang mungkin akan timbul karena kebijakan tersebut bagi generasi penerus, Tidak hanya mahasiswa saja yang akan terkena dampaknya tetapi seluruh sektor pendidikan, baik guru, dosen dan sarana prasana pendidikan yang seharusnya menunjang mutu pendidikan di Indonesia. **