FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) -- Pringatan Hari AIDS Sedunia menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan HIV/AIDS bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah hak asasi manusia.
Yayasan Langgeng Mutiara Insan mendapatkan penghargaan dari Pemkab Cirebon atas pengabdian dan kepedulian sosial dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon bertempat di Hotel Apita pada acara seminar Hari AIDS Sedunia (HAS) 2024. Senin, (2/12/2024).
Dalam kiprahnya, Yayasan Langgeng Mutiara Insan banyak melakukan kegiatan sosial tentang hak kesetaraan penderita ODHA. Berbagai kegiatan pencegahan dan penangulangan HIV/AIDS seperti ketempat hiburan dan pendampingan dalam hak kesetaraan ODHA.
Baca Juga: Promo 12.12 di Access by KAI Dapatkan Diskon Tiket 20 Persen, Libur Nataru Makin Seru, Catat Tanggalnya!
Hak kesetaraan menurut Susanti, Ketua Yayasan Langgeng Mutiara Insan, yang dirasa masih belum ada membuat dirinya gencar melakukan pendampingan dan sosialisasi bagi ODHA dalam mendapatkan pelayanan pada umumnya.
"Layanan yang diwajibkan membayar medrec sedangkan banyak ODHA berlatar belakang tidak mampu, Hak kesetaraan bagi ODHA untuk mendapatkan kesempatan bekerja yang sama dengan masyarakat pada umumnya," ungkap Susanti saat ditemui FajarNusa di salah satu Cafe di Kecamatan Talun. Rabu, (11/12/2024).
"Masih adanya stigma dan diskriminasi di masyarakat dengan latar belakang orang dengan HIV/AIDS," lanjutnya.
Susanti pun berharap adanya layanan ramah untuk anak dengan HIV/AIDS yang lahir dengan Ibu ODHA, adanya hak kesetaraan mendapatkan susu untuk anak yang lahir dengan HIV/AIDS.
"Hak kesetaraan pendidikan, hak kesetaraan layanan," sambungnya.
Susanti pun menghimbau kepada pemerintah dalam penanganan ODHA untuk fokus pada penyakitnya, fokus pada virus HIV nya, TDTM (Tidak Terdeteksi Tidak Menular). Untuk informasi sekitar AIDS dan kesehatan bisa merujuk https://cirebonkota.go.id/literasi-kesehatan/
Baca Juga: Prabowo Resmikan Flyover Madukoro: Infrastruktur Penting untuk Konektivitas dan Ekonomi
"Dibutuhkan peran aktif masyarakat, individu, atau kelompok dalam menggerakkan pencegahan dan penaggulangan HIV/AIDS agar mendapatkan hak kesetaraan dan tidak adanya stigma ataupun diskriminasi," pungkasnya.
Sejarah berdirinya Yayasan Langgeng Mutiara Insan:
Yayasan Langgeng Mutiara Insan didirikan pada tahun 2024 oleh Susanti, SE, yang lebih
dikenal dengan nama Sarah dan beberapa rekan lain, berasal dari Kelompok Dukungan
Sebaya (KDS) Langgeng yang berdiri pada Tahun 2018.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Fokus Pada Akselerasi Transformasi Digital
Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Langgeng ini dirancang oleh dan untuk orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) dan orang yamg rentan tertular HIV/AIDS.
Tujuan awal didirikannya Kelompok dukungan sebaya ini adalah untuk:
1) Menciptakan lingkungan yang aman serta memastikan kerahasiaan sehingga
individu yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) sehingga mereka dapat bertemu dan berbagi pengalaman tanpa adanya perasaan takut atau khawatir.
Baca Juga: Pasca Ambruk Atap Gedung SMPN 1 Talun, Berikut Daftar Siswa Luka dan Syok
2) Menyediakan informasi yang
komprehensif tentang kehidupan dengan HIV/AIDS kepada individu dan komunitas yang terkena dampaknya.
Seiring dengan perkembangannya, kelompok dukungan sebaya Langgeng ini menyadari bahwa untuk mengubah lingkungan yang kurang mendukung menjadi lebih inklusif, kolaborasi dengan berbagai pihak sangatlah penting.
Dengan kesadaran ini, kelompok dukungan sebaya Langgeng mengembangkan dirinya dan mulai menerapkan program-program yang lebih komprehensif dan efektif.
Baca Juga: Perangi Korupsi, Prabowo Luncurkan e-Katalog 6.0: Hemat Biaya Pengadaan 30 Persen
Upaya ini memungkinkan kelompok dukungan sebaya Langgeng untuk berkolaborasi dengan berbagai entitas dan stakeholder yang memiliki peran penting
dalam menciptakan perubahan positif.
Pada tanggal 23 Februari 2024, Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Langgeng resmi menjadi badan hukum dalam bentuk yayasan dengan nama Yayasan Langgeng Mutiara Insan.
Langkah ini menandai komitmen Yayasan Langgeng Mutiara Insan untuk lebih terstruktur, komprehensif dan berkelanjutan dalam memberikan dukungan serta pelayanan kepada individu yang terkena dampak HIV dan AIDS dan komunitas yang terkait.
Dengan status badan hukum, Yayasan Langgeng Mutiara Insan dapat lebih kuat dalam menjalankan program-programnya, serta memiliki landasan hukum yang kokoh untuk melaksanakan misi dan visinya
dalam mendukung kesehatan, kemanusiaan, pendidikan dan sosial ekonomi khususnya bagi individu yang terdampak HIV dan AIDS dan komunitas terkait lainnya. **