FAJARNUSA.COM (Jakarta) - Perihal adanya ancaman pembunuhan terhadap wartawan yang dilakukan oleh Jaro / Lurah Mirta, Desa Tambak, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu. Ancaman tersebut terkait adanya laporan masyarakat khususnya warga Desa Tambak yang dimana 32 titik Fasum yang kini sudah terendam oleh Waduk Karian.
Dengan dasar laporan masyarakat Desa Tambak, disayangkan lah surat konfirmasi yang ditujukan untuk Jaro / Lurah Mirta terkait hal tersebut diatas (32 titik Fasum /Fasos_red). Ternyata surat konfimasi itu lah yang membuatnya meradang.
"He mas, kalau menjadi wartawan jangan sok fitnah, neh inget, kemana pun kamu pergi, saya kejar sampai manapun, saya bunuh kamu," ucap Lurah Mirta dengan nada tinggi.
Baca Juga: Warga RW 16 Bayu Asih Deklarasi Dukungan Pada Paslon Wali Kota Effendi Edo dan Wakil Wali Kota Siti Farida
"Atau kita sumpah, siapa yang bohong dia akan celaka, kalau tidak mau kasih tau siapa yang lapor, rek jadi wartawan jangan goblok, arek wartawan naon ke, arek wartawan bagong, teu perduli aing, "kata Lurah Mirta sembari menutup telpon selulernya.
Atas kejadian itu, Redaksi TeropongRakyat.co membuat laporan terkait adanya oknum Jaro / Lurah bernama Mirta ancam membunuh insan Pers saat melaksanakan tupokisnya sebagai Pilar ke 4 Demokrasi (Jurnalis_red).
"Kita bersurat kepada Kapolres Lebak AKBP Suyono, SIK, agar segera mengambil tindakan keras apa yang dilakukan Joro Mirta karena selain menghalangi tugas jurnalis yang disertai ancaman pembunuhan, sebagaiamana diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers, serta Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 Tentang Informasi publik," ujar Rocky Abdul Karim selaku Pemimpin Perusahaan, dikutip dari TeropongRakyat.co, Selasa (24/09).
Baca Juga: Andrie Sulistio Resmi Dilantik Menjadi Ketua DPRD Kota Cirebon 2024-2029, Harry Saputra Gani dan Fitrah Malik sebagai Wakil Ketua
Sebulan sudah redaksi TeropongRakyat.co melaporkan adanya Pidana terkait menghalangi tugas jurnalis yang disertai ancaman pembunuhan yang dilakukan Jaro Mirta terhadap Pemimpin Redaksi TeropongRakyat.co.
"Ijin bang bukan saya yang menanganinya," ungkap Yudha seorang Penyidik yang bertugas di Polres Lebak, Banten.
"Coba nanti saya tanya ke yang lain ya, Yudha menambahkan."
Baca Juga: Dedy Taufik Kurohman Dikukuhkan Oleh Penjabat Gubernur Jawa Barat Menjadi Pjs. Bupati Indramayu
Terpisah, menurut Asisten 1, Alkadri mengatakan, "Saya sudah mencoba komunikasi dengan Jaro Mirta melalui WA, namun yang bersangkutan tidak merespon," ujar Alkadri seperti dikatakan Akbar kepada Temporatur.com melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (24/09).
"Terkait apapun alasanya, itu tidak dibenarkan, apalagi dia, seorang Jaro, bukan hanya menghalangi tugas jurnalis namun dengan mudahnya melontarkan kata-kata yang bersifat ancaman, dan itu sudah jelas ancaman pidannya," kata Rocky.
"Terkait lambannya penanganan atas laporan yang kita tujukan ke Polres Lebak, Banten, kami Redaksi TeropongRakyat.co akan bersurat kepada Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Mabes Polri," pungkas Rocky.
Baca Juga: Atlet Kota Cirebon Sumbang 2 Emas Cabang Olahraga Panjat Tebing dan Softball Putra di PON ke 21 Aceh
Sampai berita ini diturunkan, Asisten 1 Kabupaten Lebak, Alkadri serta pihak Polres Lebak Banten enggan berkomentar. (Lie)