Setelah Viral Aksi Narsis Rombongan Pejabat di Jalur Rawan Sitinjau Lauik, Polisi yang Ikut Kawal Kini Diperiksa

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 14 April 2026 | 09:59 WIB
Menyoroti viralnya rekaman video terkait dugaan aksi narsis yang dilakukan rombongan pejabat di jalur rawan Sitinjau Lauik, Padang. (Instagram.com/@infopadang_) (Doc/Fajarnusa.com)
Menyoroti viralnya rekaman video terkait dugaan aksi narsis yang dilakukan rombongan pejabat di jalur rawan Sitinjau Lauik, Padang. (Instagram.com/@infopadang_) (Doc/Fajarnusa.com)

FAJARNUSA.COM (PADANG) - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti video viral yang memperlihatkan dugaan aksi sejumlah mobil rombongan pejabat yang berhenti di tikungan jalan Sitinjau Lauik, Padang, Sumatera Barat.

Dalam unggahan Instagram @infopadang_, pada Senin, 13 April 2026, rombongan pejabat yang dikawal polisi itu diduga berhenti untuk berfoto di jalur yang dikenal berbahaya tersebut.

"Rombongan mobil tersebut diduga rombongan pejabat bersama dengan keluarganya," tulis postingan tersebut.

Baca Juga: Siapkan SDM Transportasi Profesional, Pemkot Cirebon Jalin Kerja Sama Strategis dengan Kemenhub

Aksi narsis di jalur yang dikenal tajam dan curam ini dinilai tak hanya membahayakan nyawa mereka sendiri, melainkan pengguna jalan lain.

Bahkan, tindakan tersebut dinilai sangat berisiko, karena lokasi berada di jalur sempit dengan visibilitas terbatas yang sekaligus membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

Arteria Dahlan cs Disorot

Baca Juga: Pilu Ibu di Way Kanan Lampung, Cemaskan sang Anak yang Minggat usai Terlilit Utang Puluhan Juta Akibat Judi Online

Dalam video yang beredar, terekam kendaraan lain yang terpaksa melambat dan berhenti untuk menunggu rombongan tersebut selesai berfoto.

"Hal ini tentu memunculkan pertanyaan pada standar keselamatan dan prioritas penggunaan jalan umum," terang postingan tersebut.

Buntut dari kasus ini, mencuat dugaan iringan tersebut merupakan rombongan para pejabat yang juga membawa mantan anggota DPR RI dari fraksi PDI-P, Arteria Dahlan.

Baca Juga: BPK Temukan Kebocoran Triliunan Rupiah di Bio Farma, Pengamat: APH Harus Segera Bertindak

Saat itu, mereka dalam kunjungan kerja (kunker) dan penyaluran bantuan sosial (bansos) di wilayah setempat.

Arteria Dahlan cs kemudian diduga dengan sengaja berhenti di area rawan dengan kemiringan ekstrem sehingga memicu bahaya bagi pengguna jalan lain di lokasi.

Kondisi ini jelas berpotensi memicu kemacetan hingga kecelakaan, terutama di jalur yang rawan seperti tikungan tajam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X